IKLAN

125 Nyawa Terancam, Bupati Bolmong Cuek?


Warga Desa Poyuyanan Kecamatan Passi Barat di pengungsian hingga kini belum dikunjungi pejabat Pemkab Bolmong

Warga Desa Poyuyanan Kecamatan Passi Barat di pengungsian hingga kini belum dikunjungi pejabat Pemkab Bolmong

BOLMONG – Rasa kepekaan sama sekali tak dimiliki jajaran pejabat teras Pemkab Bolmong. Padahal ancaman kehilangan nyawa dan tempat tinggal kini menghantui 125 warga Desa Poyuyanan Kecamatan Passi Barat yang bermukim di wilayah perbukitan.

Ini menyusul patahan tanah di wilayah yang mereka tempati saat ini sewaktu-waktu bisa terjadi bencana alam tanah longsor. Kondisi ini diperparah dengan sikap Bupati Hi. Salihi B. Mokodongan yang belum juga turun ke lokasi melihat dari dekat warganya.

Pasalnya, sejak Minggu (11/1) subuh mengungsi di tenda yang dibangun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang tak jauh dari lokasi patahan tanah, bupati belum juga terjun langsung ke tempat kejadian. “Infonya Pak Bupati akan ke tempat ini (Poyuyanan) sore ini,” ujar Sangadi Poyuyanan, Sjahrir Potabuga kepada awak media, Senin (12/1) sore. Sementara itu seorang warga di tenda pengungsian Oni Mokodompit mengatakan untuk kebutuhan makan minum dua hari terakhir tidak ada masalah. “Makanan, air minum dan obat-obatan disiapkan pemerintah,” sebut wanita yang mengaku berusia 60 tahun tersebut.

Sekadar diketahui akibat patahan tanah itu, sejumlah 36 kepala keluarga (KK) yang berada di areal perbukitan terancam kehilangan rumah tinggal. Rumah yang ditempat selama bertahun-tahun terancam longsor. Pergerakan tanah itu diduga adanya pengikisan akibat hujan deras yang mengguyur selama tiga hari terakhir.

Kepala BPBD Bolmong, Ir Hj Channy Wayong mengatakan pihaknya masih sedang menghitung kerugian akibat bencana tersebut. “Ada delapan rumah warga yang sudah tidak bisa ditempati lagi karena pondasi, lantai, dinding dan atapnya telah bergeser,” katanya. (mara)

IKLAN
loading...