IKLAN

13 Tang Sin Warnai Puncak Imlek 2566, Umat Tri Dharma: Tingkatkan Kerukunan dan Persatuan Umat Beragama di Manado


cap go meh2MANADO—Cap Go Meh atau Hokkien melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Tahun Baru Imlek bagi komunitas Tionghoa di seluruh dunia.

Istilah ini berasal dari dialek Hokkien dan secara harafiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama (Cap = Sepuluh, Go = Lima, Meh = Malam). Ini berarti, masa perayaan Tahun Baru Imlek berlangsung selama lima belas hari.

Perayaan ini dirayakan dengan jamuan besar dan ritual berbagai kegiatan. Tak Terkecuali yang dilakukan umat Tri Dharma di Kota Manado yang merayakan Cap Go Meh, Kamis (5/3) kemarin.

Cap Go Meh4Perayaan Cap go Meh di Kota Manado diadakan secara rutin setiap setahun sekali. Pada hari perayaan Cap Go Meh, daerah pecinaan Kota Manado padat merayap dipadati warga. Seluruh pejabat penting Sulut, mulai Gubernur SH Sarundajang sampai Wali Kota Manado GS Vicky Lumentu serta unsur Muspida berbaur menyatu dengan umat Tri Dharmas.

Pantauan wartawan www.manadoline.com di daerah pecinaan kawasan klenteng Ban Him Kiong di daerah pecinaan pusat Kota Manado, arak-arkan Cap Go Meh ikut menampilkan kesenian budaya Minahasa mengawal iring-iringan atraksi dari 13 TITD (Tempat Ibadah Tri Dharma) yang ada di Kota Manado.

 

Cap Go Meh3“Dengan perayaan hari suci Goan Siau (Cap Go Meh) Imlek 2566 tahun ini, mari kita tingkatkan kerukunan dan persatuan antar umat beragama di Kota Manado ini,’’ kata Hengky Wijaya mewakili umat Tri Dharman saat membuka perayaan Cap Go Meh ini.

Tak sedikit wisatawan luar menyaksikan ritual umat Tri Dharma ini. Mereka terkagum-kagum melihat atraksi budaya 13 Tang Sin dari 13 TITD yang keluar tahun ini. Daerah pecinaan terlihat padat merayap dipadati warga yang datang dari berbagai golongan.  (anto reppy)

IKLAN
loading...