IKLAN

HADAPI MEA 2016

Gawat!!17344 Pengangguran, Ini Kekhawatiran Disnaker Manado


MANADO-Selektif memilih pekerjaan, langkah membuka lowongan kerja nampaknya kurang di lirik dan menyentuh Para Pencari Kerja (Paker). Ini menimbulkan kekhawatiran Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Manado.

Mengatasi pengangguran, para pencari kerja berusaha bersaing hadapi MEA melihat lowongan pekerjaan sesuai kealihan masing-masing, (foto:Kandi/ML)

Mengatasi pengangguran, para pencari kerja berusaha bersaing hadapi MEA melihat lowongan pekerjaan sesuai kealihan masing-masing, (foto:Kandi/ML)

Menurut data Disnaker, jumlah angkatan kerja selang 2014 sebesar 16.791, tingkat pengangguran turun ke level terendah 8,78 persen dalam lima tahun terakhir.

Diketahui 2013 pada level 10,85 persen sebanyak 20.947 pengangguran.

Meskipun tingkat pengangguran turun level dibanding tahun-tahun sebelumnya, Dinas Tenaga Kerja Kota Manado mengakhawatirkan di tahun Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) ini.

Kepala Disnaker Manado Atto Bulo mengatakan pengangguran saat ini 17.344 orang.

“Semakin lesu minat masyarakat menyadari pentingnya bekerja demi kelangsungan hidup, apalagi persaingan 2016 sebagai MEA,”ungkap Bulo.

Bulo menambahkan Disnaker telah lakukan langka antisipasi. Desember 2015 membuka pameran bursa kerja, Buktinya kurang minat masyarakat.

Mengatasi pengangguran, Bulo perjelas untuk tenaga lokal tingkatkan kemampuan dalam pekerjaan, tenaga asing nantinya bisa pengaruhi para pengangguran.

“Ya demi warga lokal agar siap bersaing, waktu dekat kami buat pelatihan sesuai bidang masing-masing, nantinya akan dianggarkan APBD 2016.

Terpisah, pakar Ekonomi Universitas Sam Ratulangi Manado Dr Barens Joubert Maramis kepada Manadoline beberapa waktu lalu mengungkapan beberapa tahun belakangan investasi banyak masuk Manado dan otomatis menambah penyerapan tenaga kerja.

Namun tenaga kerja yang dibutuhkan bukan tenaga kerja dengan keahlian khusus.

“Banyak faktor kenapa orang lokal pilih-pilih kerja, kebanyakan mereka mau bekerja sektor formal bukan sektor informal, faktor kemalasan juga berpengaruh, mereka ingin bekerja langsung mendapat pekerjaan kelas tinggi,”ungkap Maramis.

Bagaimana pun pihak Perguruan Tinggi dan Pemerintah harus membuat program yang dapat mengasah Sumber Daya Manusia (SDM), agar mampu bersaing secara Nasional dan Internasional.

MEA dan China Free Trade, jadi kemampuan Bahasa Asing dan Spesific Skill menjadi syarat mutlak ditambah disiplin kerja dan kinerja yang tinggi,”kunci Maramis. (srikandipangemanan)

IKLAN
loading...