IKLAN

3 Miliar Ganti Rugi Lahan belum Terbayar, Warga Passi Mengadu ke Deprov


MANADO-Warga Passi, Dumoga mendatangi kantor DPRD Sulut untuk menyampaikan aspirasi terkait ganti rugi lahan sekira 200 hektar yang ditempati transmigrasi Bali dan jawa di Mopuyat belum dibayar oleh pemerintah.

Perwakilan Warga Passi ketika menyampaikan aspirasi di Komisi Satu DPRD Sulut

Perwakilan Warga Passi ketika menyampaikan aspirasi di Komisi Satu DPRD Sulut

Menurut salah satu warga Jun Nanasi sebagai Panitia Penuntut mengatakan, tanah di Mapuyat adalah tanah adat yang telah mereka garap sekira tahun 1957. Kemudian pada tahun 1960-an dijadikan lahan transmigrasi program dari  pemerintah pusat.

Nah, warga pun melakukan gugatan ke Pengadilan. Hingga akhirnya ada putusan inkracht dari Mahkamah Agung (MA) pada tahun 2012 dan dimenangkan oleh warga. Namun sampai sekarang diakui Jun Nanasi belum ada ganti rugi dari pihak pemerintah baik pusat maupun provinsi.

“Dalam amar putusan menyebutkan setiap 1 hektar lahan mendapatkan ganti rugi sekira Rp15 juta. Sehingga jumlah keseluruhan yang harus dibayarkan oleh pemerintah sebesar Rp3 Miliar,” ungkap Nanasi.

Ferdinand Mewengkang ketika dikonfirmasi menyampaikan, aspirasi warga Passi akan segera mereka tindaklanjuti. Dengan memanggil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Pemkab Bolmong dan pihak-pihak lainnya. “Waktunya kapan nanti kita putuskan dalam rapat Komisi Satu dalam waktu dekat ini,” jelas Mewengkang. Aspirasi ini disampaikan warga Passi, Kamis (17/3).( mom)

IKLAN
loading...