5 Menit Take Off dari Bandara Palu, Mesin Pesawat Wings Air Terbakar

foto: cnn
foto: cnn
foto: cnn

PALU – Sebanyak 64 penumpang pesawat Wings Air jenis IW 1156 ATR 72-500 PK WFK, hampir saja celaka. saat pesawat yang dipiloti Kapten Djoko Sriyono ini take off, Sabtu sekitar pukul 06.05 WITA dari Bandara Mutiara Sis Aljufrie Palu menuju Bandara Syukuran Aminuddin Amir Luwuk, tiba-tiba bagian engine di sayap sebelah kanan meledak dan mengeluarkan percikan api.

Saat kejadian tersebut, 64 penumpang yang berada di dalam pesawat langsung histeris. Usai ledakan terjadi, bagian sayap sebelah kanan pesawat yang sudah mengudara sekitar 5 menit lamanya dan berada di bawah 1300 kaki itu mengeluarkan api dan baling-baling pesawat seketika itu mati.

Bahkan, salah seorang penumpang bernama Selfi Kalangi hampir saja melakukan aksi nekat dengan melompat dari pesawat karena panik dengan peristiwa tersebut.

”Saya mungkin orang pertama yang melihat api itu. Karena, saya duduk tepat di samping sayap sebelah kanan. Bagian kanan baling-baling pesawat yang tiba-tiba meledak dan mengeluarkan percikan api saat pesawat sudah di udara sekitar 4 sampai 5 menit lamanya,” ungkap penumpang Wings Air asal Jalan Maleo, Kecamatan Palu Selatan ini.

Sejak insiden itu, pilot pesawat Wings Air Capten Djoko Sriyono berusaha tenang dan mengembalikan arah pesawat untuk mendarat di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu.

Pesawat Wings Air tersebut berhasil mendarat sempurna di Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu, sekitar pukul 07.00 wita. Seluruh penumpang keluar dengan raut wajah ketakutan. Separuh dari 64 penumpang tersebut memutuskan kembali melanjutkan perjalanan mereka dengan menggunakan pesawat lain, Lion Air.

Presiden Lion Air Group Edward Sirait menyampaikan, pilot in command mendapati adanya indicator yang menyala saat take off. Sehingga, demi alasan keselamatan penerbangan pilot memutuskan untuk kembali ke bandara. ”Menimbang soal keselamatan dan keamanan penerbangan, maka pilot memutuskan kembali ke Palu,” ujarnya di Jakarta, (14/1).

Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Bambang S Ervan membenarkan masalah mesin yang terjadi pada pesawat. Menurutnya, saat ini tim Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sudah bergerak ke lokasi. KNKT akan melakukan pengecekan terkait insiden RTS tersebut. Untuk kemudian memberikan rekomendasi guna memperbaiki poin-poin yang tidak sesuai. (radarsulteng

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020