IKLAN

Ada Batu Akik Seharga Rp 3,5 Miliar di Pameran Ini


Batu Kumu Tanawangko seharga 3 miliar memiliki motif kuda dan wanita penari. (foto:kandi/manadoline

Batu Kumu Tanawangko seharga 3 miliar memiliki motif kuda dan wanita penari. (foto:kandi/manadoline)

Batu Kalsenoni dari Ngawi Jawa Timur seharga 3,5 miliar (foto:Kandi/manadoline)

Batu Kalsenoni dari Ngawi Jawa Timur seharga 3,5 miliar (foto:Kandi/manadoline)

MANADO-Batu akik masih menghipnotis warga Sulut, Asosiasi Batu Akik dan Permata Sulawesi Utara (Sulut) kembali memasarkan batu dengan budget ratusan ribu hingga miliaran rupiah didepan Manado Town Square (Mantos), Senin (29/6).

Ketua Harian Asosiasi Batu Akik dan Permata Sulut Charles Ingkiriwang mengatakan kepada www.manadoline.com pameran ini diikuti bukan hanya warga Sulut tetapi dari Jambi, Bali, Makasar, Kalimantan, Aceh, Gorontalo.”Kami melakukan road show beberapa titik di Manado dan diluar daerah, untuk pemeran di Mantos mulai hari ini Senin (29/6) sampai 15 Juli,”tutur Ingkiriwang,

Pantauan www.manadoline.com uniknya batu Kalsenoni dari Ngawi Jawa Timur seharga 3,5 miliar dan batu Kumu Tanawangko seharga 3 miliar memiliki motif kuda dan wanita penari yang telah mengikuti beberapa kontes batu di Indonesia. Ungkap salah satu penjaga stand yang enggan menyebut nama.”Pengunjung pameran sebelumnya sekitar enam ribu dan sekarang (Senin-red) sudah capai sekitar seribu pengunjung,”tutur Ingkiriwang juga ketua panitia dari Asosiasi tersebut.

Pengunjung Pameran Batu Akik di Mantos (Foto:Kandi/manadoline)

Pengunjung Pameran Batu Akik di Mantos (Foto:Kandi/manadoline)

Dia menambahkan, pameran ini bermanfaat bagi masyarakat Sulut yang mau berbagi, mengangkat derajat menengah kebawah memperkenalkan jenis batu lokal masing-masing daerah.”Banyak yang kami pasarkan diantaranya Red Manguni asli Minahasa, Red Borneo Kalimantan, Green Borneo Kalimantan, Obbi Maluku Utara, jenis Kalsenoni, Batu Kumu Tanawangko , Batu Giok Cina, Batu Permata, dan masih banyak lagi motifnya, juga jenis gagang dijual grosir dan eceran seperti gagang Titanium, Rodium dan perak, untuk pendapatan sehari berkisar Rp 100 juta,”tutup Ingkiriwang, mengaku Asosiasi berkisar 400 anggota.(srikandipangemanan)

IKLAN
loading...