IKLAN

Ada Messi, Ini 11 Bintang Luar Biasa Newell’s Old Boys


 

Leonel Messi saat masih berusia 6 tahun

Leonel Messi saat masih berusia 6 tahun

NEWELL’S Old Boys bukanlah tim yang terlalu diperhitungkan di Argentina. Klub yang berbasis di Rosario ini baru meraih 6 gelar Primer Division Argentina.

Raihan itu jauh di bawah River Plate yang meraih 36 trofi, ataupun Boca Juniors yang meraup 31 gelar. Namun, bukan berarti Newell’s tak pernah melahirkan bintang-bintang besar di persepakbolaan Argentina.

Yang paling fenomenal adalah Lionel Messi. Pemain yang meraih 4 kali Ballon d’Or ini pernah membela tim junior Newell’s saat masih berusia 6 tahun. Namun, akhirnya dia hengkang ke Barcelona dan menjalani terapi kekurangan hormon pertumbuhan.

Berikut 11 bintang luar biasa yang pernah membela Newell’s termasuk pelatih:

messi old boys1. Penjaga gawang
Di sektor ini, ada penjaga gawang legendaris Argentina, Sergio Goycochea. Dia pernah membela Newel’s di pengujung karirnya pada 1997-98, dengan penampilan sebanyak 13 kali.

Aksi Goycochea yang paling diingat yakni saat membela Argentina di Piala Dunia 1990. Saat itu, dia tampil luar biasa dengan menggagalkan 4 tendangan penalti sepanjang putaran final yan berlangsung di Italia tersebut.

Dia menggagalkan dua tendangan penalti saat Argentina bertemu Uni Soviet saat laga berlanjut adu penalti. Aksi serupa dilakukan saat melawan Italia di semifinal. Sayang, Argentina gagal juara usai kalah 0-1 dari Jerman Barat di final. Namun, Goycochea tetap terpilih dalam tim All Star Piala Dunia 1990.

  1. Pemain Belakang
    Bek tangguh Argentina,Walter Samuelmemulai karirnya di Newell’s. Pemain 37 tahun ini 3 musim membela La Lepra pada 1995-98, dan tampil sebanyak 32 kali.

    Puncak karir Samuel saat membela Inter Milan pada 2005 hingga 2014. Dia turut membawa La Beneamata meraih treble winners pada 2010. Kini, Samuel tercatat sebagai pemain klub Swiss, Basel.

Mantan bek Manchester United dan Real Madrid, Gabriel Heinze juga memulai karir di Newell’s, tepatnya di musim 1996-97. Setelah itu dia melanjutkan karir di klub La Liga, Real Valladolid.

Heinze sempat merasakan manisnya gelar Premier League bersama MU di musim 2006-07, dan gelar La Liga dengan Real Madrid semusim sesudahnya. Dia memutuskan pulang kampung ke Newell’s pada 2012 hingga pensiun pada 2014. Heinze membawa Newell’s ke final Primera Division 2013.

Selanjutnya, ada pemain legendaris Argentina, Roberto Sensini. Pemain yang membela Argentina menjuarai Copa America 1991 dan 1993 ini memulai karir di Newell’s pada 1986. Sensini lalu menghabiskan karirnya di klub-klub Italia, dari mulai Udinese, Parma, dan Lazio.

Lalu ada pemain yang kini menjadi manajer Tottenham Hotspur, Mauricio Pochettino. Sama seperti tiga pemain yang dibahas sebelumnya, Pochettino juga memulai karir sebagai pemain di Newell’s.

Pochettino 6 musim membela Newell’s pada 1988 hingga 1994, dengan catatan 8 gol dari 153 penampilan. Dia lalu membela tim-tim Eropa dari mulai Espanyol, Paris Saint-Germain, dan Bordeaux.

  1. Pemain Tengah
    Di lini tengah, ada mantan bintang Atletico Madrid dan Liverpool, Maxi Rodriguez. Pemain 35 tahun ini memulai karir di Newell’s pada 1999 dan bertahan hingga 2002.

Selanjutnya, Rodriguez melanjutkan petualangan di La Liga bersama Espanyol dan Atletico, sebelum bermain 2 tahun di Liverpool. Sejak 2012 lalu, dia memutuskan pulang kampung ke Newell’s.

Sedikit old school, ada legenda Argentina, Americo Gallego. Pemain yang membawa Argentina menjuarai Piala Dunia 1974 ini memulai karir di Newell’s pada 1974. Pemain berjuluk El Tolo ini membela Newell’s sampai hengkang ke River Plate pada  1981.

Lalu, ada pemain yang kini menjadi pelatih Timnas Argentina, Gerardo Martino. Pria yang pernah melatih Barcelona ini membela Newell’s dalam 3 periode, pada 1980-1990, 1991-1994, dan 1995. Martino juga pernah menjadi pelatih Newell’s pada 2012-13, dan membawa timnya ke final Primera Division.

4. Penyerang
Penyerang legendaris Argentina, Jorge Valdano memulai karir di Newell’s pada 1973 dan bertahan hingga 1975. Valdano menjadi bagian dari skuad Argentina yang menjuarai Piala Dunia 1986. Nama Valdano besar di Real Madrid, dengan meraih 2 La Liga, 1 Copa de la Liga, dan 2 Piala UEFA.

Sama seperti Valdano, Gabriel Batistuta juga memulai karir di Newell’s di musim 1988-89. Setelah itu, Batigol meraih masa keemasan saat membela Fiorentina pada 1991 hingga 2000.

Tak bisa dilupakan, tentu saja Lionel Messi. La Pulga membela tim junior Newell’s pada 1994, saat masih berusia 6 tahun. Enam tahun di tim junior Newell’s, Messi sudah menunjukkan diri sebagai calon pemain besar.

Messi lalu melanjutkan karir di tim junior Barca pada 2001, dan melanjutkan terapi kekurangan hormon pertumbuhan. Karir profesional Messi di Barca dimulai pada 2004. Dia pun terus bertahan di klub Catalan tersebut dan menjelma sebagai pemain terbaik di dunia.

5. Pelatih
Setelah memutuskan pensiun dari lapangan hijau, Marcelo Bielsa melanjutkan karir sebagai pelatih. Dia menjadi pelatih tim junior Newell’s sampai ditunjuk sebagai pelatih tim senior pada 1990. Pelatih 60 tahun ini membawa Newell’s menjuarai Torneo Apertura 1990 dan 1990–91 Torneo Integració. Bielsa juga membawa Newell’s ke final Copa Libertadores 1992, sebelum kalah dari Sao Paulo lewat adu penalti.

Bielsa melanjutkan karir dengan melatih berbagai tim dari mulai Espanyol, Timnas Argentina, Timnas Chile, Athletic Bilbao, dan Olympique Marseille. Namanya, diabadikan sebagai nama stadion Newell’s. Sejak 22 Desember 2009, markas Newell’s resmi menggunakan nama Estadio Marcelo Bielsa. (viva.co.id)

IKLAN
loading...