IKLAN

Agar 80 Ribu Jiwa Tak Menganggur, Pemerintah Lakukan Cara Ini


JOB FAIR: Puluhan Peker (Pencari Kerja) di Sulut melihat lowongan pekerjaan depan hotel Sahid Kawanua, Rabu (12/8) (foto:Kandi/manadoline)

JOB FAIR: Puluhan Peker (Pencari Kerja) di Sulut melihat lowongan pekerjaan depan hotel Sahid Kawanua, Rabu (12/8) (foto:Kandi/manadoline)

MANADO-Tingkat pengangguran terbuka di Sulawesi Utara (Sulut) Februari masih cukup tinggi mencapai 7,20 persen. Masalah serius dampak terhadap ekonomi sangat besar dan pendapatan sumber daya terbuang percuma.

Hal ini dikatakan Pemerintah Provinsi Sulut diwakili Asisten 3 Administrasi Umum Sekretasis Daerah Sulut Christian Talumepa, SH MSi pada pameran Gerakan Penanggulangan Pengangguran (GPP) dan Bursa Kerja (Job Fair) di hotel Sahid Kawanua, dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut Rabu (12/8).

Februari 2014 tingkat pengangguran capai 7,20 persen mengalami kenaikan dibanding Agustus 2014 sebesar 6,79 persen. Jumlah angkatan kerja Sulut pada Agustus 2014 mencapai 1,60 juta jiwa dan bekerja sebesar 980.800 jiwa menganggur sebesar 80 ribu jiwa,

“Melihat refleksi pertumbuhan ekonomi relatif rendah, untuk mengatasi pengagguran perlu mendalami pertumbuhan ekonomi semua sektor termasuk di Kab/Kota,”terang Talumepa.

Program GPP harus jadi gerakan nasional dan dilakukan setiap tahunnya, kegiatan Job Fair secara bersama-sama untuk seluruh lapisan masyarakat, disni ada 31 perusahaan dengan 1500 lowongan kerja mulai hari ini di Hotel Sahid Kawanua 12-14 Agustus,”ungkapnya.

Kesempatan kerja bisa dibuka dengan berkolaborasi bersama-sama stakeholders dalam hal ini dunia usaha di Sulut.

“Tugas pemerintah ju bagaimana pemberikan pelatihan-pelatihan kemudian melahirkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, bukan hanya dilihat bagi yang memiliki ijazah tapi kemampuan pencari kerja perlu”pungkasnya. (srikandipangemanan)

 

IKLAN
loading...