IKLAN

Akui Ada Kelalaian, Dirut RSUP Kandou Meminta Maaf ke Keluarga Lombok


MANADO-Direktur RSUP Kandou Manado, dr Maxi Rondonuwu, akhirnya meminta maaf ke keluarga Billy Lombok saat hearing Senin (3/10).

Rondonuwu mengakui jika pihak Rumah Sakit melakukan kelalaian ketika Ibu dari Billy Lombok mendapatkan perawatan di Unit Gawat Darurat ( UGD) pada 26 September 2016.

Dirut RSUP Kandou, dr Maxi Rondonuwu saat menghadiri hearing dengan Komisi 4

Dirut RSUP Kandou, dr Maxi Rondonuwu saat menghadiri hearing dengan Komisi 4

Saat hearing dengan Komisi 4, mantan Kadis Kesehatan Sulut ini mengakui dokter dan perawat yang menangani ibu dari Billy Lombok sudah di panggil dan sementara disidangkan.

” Dari pihak RSUP Kandou dan secara pribadi kami meminta maat kepada keluarga. Setelah kami telusuri memang pengeluhan dari keluarga Billy Lombok ada benarnya. Kami tidak mencari pembenaran, tetapi yakinlah semua tindakan yang dilakukan kepada pasien telah dilaporkan. Dan kami sementara memproses. Jika memang ditemukan adanya unsur kelalaian maka pihak rumah sakit akan memberikan sanksi,” tegas Rondonuwu.

Lanjut Rondonuwu, memang RSUP Kandou Manado telah terakreditasi secara nasional dari tipe B ke tipe A. Namun masih banyak keluhan dari masyarakat terutama soal pelayanan.

” Setiap bulan ada indikator pengukur indeks kepuasan dari masyarakat bekerja sama dengan pihak Unsrat. Dan hasilnya baru 80 persen masyarakat mengalami kepuasan dalam pelayanan dan 20 persen tidak puas,” ujar Rondonuwu.

Pengeluhan utama diakui Rondonuwu adalah di ruang Unit Gawat Darurat (UGD). Padahal di ruangan UGD tersebut sudah standar, namun pengeluhan pun tetap terjadi.

” Saat ini rumah sakit hanya memiliki sekitar 878 tempat tidur. Di ruang ICU hanya ada 5 tempat tidur. Padahal kalau mengikuti kondisi dari RSUP Kandou, di ICU itu harus memiliki 20-an tempat tidur. Nah, inilah juga salah satu kendala pengeluhan dari masyarakat. Karena banyak pasien menumpuk di UGD,” jelas Rondonuwu.

Rondonuwu pun menyatakan,  dengan adanya kekurangan tersebut, managemen rumah sakit tidak pernah berhenti melakukan pembenahan.

” Kami sudah merenovasi ruangan ICU dan bulan depan sudah bisa digunakan dengan kondisi ruangan dapat diisi 23 tempat tidur,” tukas Rondonuwu. Sambil mengakui terkait pelayanan, RSUP Kandou dapat diberikan waktu untuk membenahi. (mom)

IKLAN
loading...