IKLAN

Anggaran 1,4 M, Wali Kota GSVL Ingatkan Kontraktor Jaga Kualitas Proyek Dermaga Bahowo  


 

Wali Kota GS Vicky Lumentut meninjau langsung proyek pembangunan jembatan Bahowo

Wali Kota GS Vicky Lumentut meninjau langsung proyek pembangunan jembatan Bahowo

MANADO — Infrastruktur yang sedang dibangun di Kota Manado terus menjadi perhatian serius GS Vicky Lumentut di akhir masa jabatannya sebagai Wali Kota Manado periode 2010-2015 ini.

Seperti  akhir pecan kemarin, GSVL, sapaan Wali Kota meninjau langsung proyek pembangunan Dermaga Kampung Bahowo yang berlokasi di Lingkungan IV Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken

Jumat (23/10) sore pekan lalu, Walikota Manado GS Vicky Lumentut (GSVL) mamantau langsung pembangunan Dermaga Kampung Bahowo, tepatnya di Lingkungan IV Kelurahan Tongkaina, Kecamatan Bunaken.

“Jembatan dermaga ini sangat dibutuhkan warga masyarakat guna transportasi laut, baik mencari rezeki maupun bepergian ke sanak keluarga di pulau lainnya,” ujar GSVL saat berkunjung ke desa wisata berbatasan dengan Minut ini.

Dirinya mengingatkan kontraktor yang sementara mengerjakan proyek dermaga tersebut supaya melakukannya dengan benar, mengihindari masalah hukum karena anggaran pembangunan ini tidak sedikit, menyentuh angka Rp1,4 milyar.

“Pihak kontraktor saya minta bisa memperhatikan kualitas fisik bangunan, serta tidak melewati batas waktu yang ditetapkan yakni sesuai jadwal kalender kerja yang ada,” tegas Walikota.

Dikaui, perhatian Pemkot Manado bagi masyarakat yang tinggal di wilayah yang jauh dari perkotaan sangat besar. Seperti di kampung Bahowo ini yang terus mendapat perhatian.

Setelah jalan kampung diaspal dan pengadaan lampu jalan, janji GSVL untuk menambah panjang dermaga ini telah dibuktikan, karena dermaga Bahowo ini merupakan urat nadi yang sangat penting dalam membantu masyarakat.

“Pembangunan dermaga di Bahowo ini sangat penting dalam menunjang aktifitas perekonomian masyarakat karena sebagian besar masyarakat di sini berprofesi sebagai nelayan. Disamping itu, transportasi angkutan darat yang terbatas, angkutan laut menjadi alternatif utama,” ujar GSVL. (antoreppy)

IKLAN
loading...