IKLAN

“Aroma” Pungli Ratusan Juta Tercium di Dinas PU Sulut


Pungli

Pungli

MANADO – Beredarnya sejumlah dokumen tagihan biaya ijin pembongkaran jalan untuk jaringan fyber optic (FO) dan biaya pengembalian konstruksi jalan kepada sejumlah anggota DPRD Sulut, membuktikan telah terjadi tindakan pungutan liar di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulut.
Dokumen milik PT Sandi Putra Makmur sebagai kontraktor pemasangan jaringan FO disejumlah titik jalan yang berstatus Nasional dan Provinsi, dengan besaran biaya Rp 310 juta.
Secara mengejutkan, dokumen yang diterbitkan pada 5 Januari 2015 tersebut ikut dibubuhi stempel cap dan ditanda-tangani JS alias Sondakh salah satu kepala seksi di dinas PU Sulut tersebut.
Dokumen yang diterbitkan 5 Januari 2015 tersebut, ternyata dibubuhi stempel cap dan hanya ditanda-tangani oleh JS alias Sondakh salah satu kepala seksi di Dinas PU Sulut.
Terhadap hal ini, anggota Komisi III DPRD Sulut, Franky Wongkar mencurigai akan hal yang sama diberlakukan Dinas PU Sulut kepada sejumlah perusahan lainya yang pekerjaannya sudah tuntas.
“Pertanyaannya, dari mana dasar pungutan tersebut. Sementara target PAD kepada Dinas PU hanya Rp 200 juta. Bisa dibayangkan bila satu perusahan biayanya sudah sebesar ini bagaimana dengan yang lainnya,” kata Wongkar.
Wongkar pun langsung mempertanyakan hal ini kepada Kadis PU E Kenap, rapat dengar pendapat terkait jalan tol Manado-Bitung di ruang rapat Satu kantor DPRD Sulut.
“Kita semua mendukung pembangunan di daerah ini, jadi tolong telusuri masalah ini. Dan jika benar kami berharap ada sanksinya,” desak politisi PDI Perjuangan ini.
Kadis PU Sulut E Kenap mengaku akan menyelidiki masalah tersebut. Bahkan dirinya menyebutkan kemungkinan bawahannya salah ketik, karena tidak ada retribusi dan yang ada hanya biaya pengembalian kondisi konstruksi jalan.
“Akan kami kros cek dulu, apakah ini merupakan pelanggaran atau hanya terjadi kesalahan pengetikan saja,” ungkap Kenap. (mtc)

IKLAN
loading...