IKLAN

Astaga..!! Agen di Esang Jual Dokumen Seharga 3.000 Peso


Ditjen PSDKP Alina Tampubolon, Kaploda Sulut, Satgas Anti Ilegal Fishing dan Kepala PSDKP Bitung saat berdialog dengan Tahanan Ilegal Fishing, Kamis (09/04).

Ditjen PSDKP Alina Tampubolon, Kaploda Sulut, Satgas Anti Ilegal Fishing dan Kepala PSDKP Bitung saat berdialog dengan Tahanan Ilegal Fishing, Kamis (09/04).

BITUNG-Sungguh mengejutkan pengakuan dari warga Philipina yang menjadi tahanan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung, dihadapan Ditjen PSDKP Sere Alina Tampubulon, Kapolda Sulut Brigjen Pol. Drs. Wilmar Marpaung, SH. dan Ketua Tim Satgas Anti Ilegal Fishing Ahmad Santosa, Kamis (09/04).

“Agen kami tinggal di Esang Kabupaten Talaud, dokumen untuk ABK mereka yang buat dan dijual dengan harga 3.000 peso (sekitar Rp. 6 jutan-red) per dokumen,” ungkap salah satu tawanan dengan bahasa Philipina yang diterjemahkan oleh petugas PSDKP Bitung.

Menurutnya, dokumen yang dibuat oleh agen dibawah ke Philipina dan ditawarkan kepada masyarakat yang ingin bekerja dikapal. Praktek ilegal seperti ini ternyata sudah lama dilakukan oleh agen di Talaud dan banyak orang Philipina yang membeli dokumen ini.

Mendengar pengakuan tersebut, Ditjen PSDKP meminta kepada jajarannya dan Satgas anti Ilegal Fishing untuk memberikan perhatian serius terhadap agen yang membuat dokumen untuk dijual kepada warga Philipina.

“Untuk pemeriksaan terhadap pelaku Ilegal Fishing, jangan mengabaikan pengakuan ini. Hal ini sangat penting untuk memberantas mafia ilegal fishing,” tegas Tampubolon. (jones)

IKLAN
loading...