IKLAN

Astaga…! Diduga Penyaluran Beras Korban Bencana Bermasalah


Berty Lumempouw

Berty Lumempouw

BITUNG-Dugaan penyimpangan beras bantuan di Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bitung, didesak agar segera diusut. Pasalnya, beras yang hanya diperuntukan bagi warga korban bencana itu diduga telah disalurkan tidak sesuai peruntukkan. Informasi yang berhasil dihimpun, beras Dinsos untuk warga korban bencana tersebut dikabarkan sebanyak puluhan ton diduga telah disalurkan tanpa memenuhi prosedur.

“Dugaan penyelewengan atau penyimpangan beras oleh Dinas Sosial Bitung ini harus diusut, apalagi jika betul beras itu disalurkan tidak sesuai peruntukkan atau raib entah kemana, maka ini sangat memprihatinkan juga memalukan, untuk itu kami meminta pihak Polres agar segera mengusutnya, apalagi kami tahu kepolisian sudah mengantongi informasi dan sebagian datanya,” ungkap pentolan Garda Tipikor Sulut, Berty Lumempouw, kepada sejumlah wartawan saat menggelar jumpa pers, Senin (4/1).

Lumempouw juga menunjukan sejumlah data yakni copian laporan hasil pemeriksaan hhusus atas penyaluran beras bantuan tahun anggaran 2015 dari Inspektorat Kota Bitung Nomor: 09/LHP/KHUSUS/ITKO/BTG/2015 TA. 2015. Pada copian itu termuat hasil pemeriksaan penyaluran beras bantuan pada empat kecamatan yakni Kecamatan Matuari 2 ton, Ranowulu 2 ton, Madidir 2 ton, Lembeh Selatan 2 ton plus pada tiga gereja sebanyak 2.900 Kg, serta pada Asisten II sebanyak 1.500 Kg untuk masyarakat korban bencana.

Dalam copian itu juga menyebutkan, penyaluran beras kepada tiga kecamatan yaitu Kecamatan Girian, Lembeh Utara dan Maesa, serta salah satu gereja pada 5 Desember 2015 dan 8 Desember 2015 juga belum dipertanggungjawabkan oleh pihak Kecamatan kepada Dinas Sosial. Selain itu pula, masih terdapat sisa stock beras sebanyak 16.575 Kg.

“Menariknya pada laporan hasil pemeriksaan Inspektorat ini, terdapat selisih kurang sebesar 12.291,80 Kg belum dapat dipertanggungjawabkan oleh Dinas Sosial, itulah sebabnya kami mendesak agar Polres Bitung mengusut tuntas,” ungkap Lumempouw.

“Camat Madidir dihubungi melalui ponselnya tidak menampik jika ada usulan dari kelurahan-kelurahan untuk bantuan beras korban bencana, namun beliau enggan memberikan penjelasan,” sambungnya. Hal yang sama juga terjadi saat awak media menghubungi sejumlah Camat dan Lurah penerima enggan berkomentar masalah ini. (jones)

 

IKLAN
loading...