IKLAN

Astaga, Sejak Lama!! Ada Pungli Parkir di Lahan Pemerintah, Samsat Manado “Cuek Ah”


Saat "Tukang Parkir" menagih salah satu kendaraan bermotor saat selesai parkir di lahan milik pemerintah yakni Samsat Manado, selasa (19/10) sekira pukul 11.00 Wita, (foto:kandi/ML)

Saat “Tukang Parkir” menagih salah satu kendaraan bermotor saat akan meninggalkan lahan milik pemerintah yakni Samsat Manado, Selasa (19/10) sekira pukul 11.00 Wita, (foto:kandi/ML)

MANADO– Presiden RI Joko Widodo terus menggenjot instansi pemerintah memberantas pungutan liar (Pungli) disemua pelayanan masyarakat. Namun ada saja masih terkesan “Cuek” soal instruksi tersebut. Pantauan Manadoline, Selasa (18/10) sekira pukul 11.00 Wita kelakuan juru parkir kepada warga di halaman Kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Manado, sering menerima uang parkir baik kendaraan roda dua maupun empat.

Setiap harinya, tempat parkir pengurusan pajak kendaraan tersebut sangat banyak dan padat ramai. Sehingga pemicu beberapa oknum lakukan pungli walau di lingkup instansi pemerintah.

Salah satu pengunjung Ahmad (40-an) warga Perkamil yang akan mengurus perpanjangan pajak kendaraan bermotor mengatakan sangat tidak setuju jika kantor pemerintah harus bayar uang parkir.

“Hanya disini (Kantor Samsat-red) saya temui kejadian seperti ini. Padahal dilain tempat kantor-kantor pemerintah tidak dibayar. Ya mau apa dikata, sudah sejak lama hal ini terjadi. Saya curiga ada permainan oknum-oknum, ternyata tukang parkir disini adalah preman kampung sekitar Jln 17 Agustus,”kata Ahmad kepada Manadoline dengan ekspresi kecewa, saat turun parkir mobilnya di halaman Samsat.

Sembari Ia menambahkan kalau soal keamanan kan ada banyak pihak berwajib didalam kantor tersebut, mereka harus turun tangan. Terkesan Samsat tidak ada ketegasan lebih lanjut terkait masalah pungli parkir.

Pantauan Manadoline Selasa (19/10) siang itu, baik kendaraan roda dua dan empat tarif parkir Rp 2 ribu. Tapi bayangkan saja jika ratusan kendaraan dalam sehari apalagi semingggu/bulan, ke manakah uang tersebut?

Sementara saat ditemui Manadoline Selasa (18/10), Kepala Samsat Manado Ocvy Leke saat berada di ruangan stafnya mengakui tukang parkir itu hanyalah untuk menjaga dan mengatur kemananan di lingkungan Samsat.

Ketika ditanyai berapa pendapatan sehari tukang parkir dan ke mana uang itu dan apa ketegasan Samsat?

Leke dengan santai menjawab,”Saya tidak tahu menau berapa pendapatan per hari tukang parkir, dan pendapatan itu seratus persen milik mereka (tukang parkir-red). Memang hal ini sudah sejak lama sebelum saya Kepala Samsat disini,”jelasnya.

Lanjutnya, kedepan pelayanan publik akan diatur. Diakuinya, ada wacana akan dipihak tigakan dan mengatur lebih aman misalnya menggunakan palang diarea masuk.

Nantinya, kita akan kerja sama dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado karena kewenangan Manado kita tidak bisa atur retribusi.

Terpisah Wakil Gubernur Sulut Steven Kandouw mengatakan akan berikan warning tegas.”Hati-hati pelayanan publik saya sudah berikan edaran. Samsat juga hati-hati, saya telah bentuk tim khusus,”tegas Kandouw kepada wartawan belum lama ini.

(srikandipangemanan)

IKLAN
loading...