IKLAN

BNNP Sulut Sasar Sekolah-Sekolah Sosialisasi P4GN


image

Kasubag Tata Usaha BNNP Sulut Fien Patikawa saat mensosialisasi bahaya dan pencehan narkoba di SMA Katolik St Aquino siang tadi

MANADO – Setelah merangkul para ibu-ibu PKK, giliran di lingkungan sekolah di Manado disasar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut mensosialisasika P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika), Kamis (3/9) pagi tadi. Bertempat di SMA Katolik St. Aquino Manado, Kasubag Tata Usaha BNNP Sulut Fien Patikawa, mengatakan, kegiatan ini bertujuan memberikan informasi kepada para siswa mengenai jenis dan dampak narkoba sehingga bisa menjauhkan diri  dari penyalahgunaan narkoba.

Sosialisasi ini diharapkan agar pengenalan Narkoba dapat dilakukan secara dini melalui lingkungan sekolah, karena setelah keluarga, sekolah memiliki peran besar terhadap perkembangan kepribadian anak. “Sekolah juga merupakan gerbang awal untuk mencegah seseorang agar tidak menggunakan Narkoba karena sekolah terdiri dari anak anak remaja mudah terpengaruh,” kata Patikawa.

Menurutnya, ada 2 pemicu mempengaruhi anak remaja terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba. Dia memberikan contoh, yakni penilaian diri rendah dan rasa tidak aman. Pada remaja, penilaian diri sering dipengaruhi lingkungan sosial. Kemampuan dan bakat berperan penting dalam menentukan penilaian diri pada masa ini. Setiap remaja adalah individu yang mencari sesuatu yang berharga tentang dirinya, penampilannya, kepribadiannya, bakatnya, keterampilan sosialnya, atau kecerdasannya.

“Kepada seluruh siswa supaya menjauhi rokok karena rokok merupakan pintu gerbang untuk masuk kepada pemakaian ganja, heroin, ekstasi, alkohol, dan sabu yang banyak disalahgunakan. Dan tidak mencoba–coba yang namanya narkoba karena berawal dari coba–coba narkoba akan membawa petaka bagi kita, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” ujar Patikawa mengingatkan seraya menambahkan, cara menghindari narkoba selalu bentengi diri dengan iman agar selalu dekat kepada sang pencipta. “Apabila diberi sesuatu barang yang berbentuk pil, terigu, kapsul dengan bentuk yang menarik dari seseorang yang tidak dikenal maka usahakan kita berkata ‘tidak!'” tegasnya.

Plt Kabid Pencegahan Dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Sulut Sam Repy, AMk menambahkan, BNN RI telah menyelenggarakan program “REHABILITASI 100 RIBU PENGGUNA NARKOBA se-INDONESIA”. “Program rehabilitasi ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Joko Widodo, yang tidak hanya menjadi tugas dari BNN tetapi juga kementrian terkait,” ungkap Sam.

Kepala BNNP Sulut, Kombes Pol Sumirat Dwiyanto juga mengunkapkan, rehabilitasi kepada para penyalahguna Narkoba tidak hanya pelayanan medis tetapi juga ada rawat jalan. Dengan pola konseling bagi para pengguna agar mereka bisa berhenti. “Untuk itu dibutuhkan peran besar dari lingkungan sekitar khususnya Sekolah. Saya berharap para pengguna narkotika bisa melaporkan langsung masalah ketergantungan yang dihadapi ke kantor BNN, BNNP dan BNNK  serta Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang ada di Sulawesi Utara. Institusi tersebut mulai dari klinik, rumah sakit, hingga panti-panti rehabilitasi,” pungkas Sumirat. (antoreppy)

IKLAN
loading...