IKLAN

Pasca Pelantikan Pejabat Eselon II Pemkot Kotamobagu

Dari Status Tersangka Rio Lombone Dipertanyakan, Hingga Koar Agus Suprijanta


Hi Agus Suprijanta SE, anggota DPRD Kotamobagu. (f-manadoline)

Hi Agus Suprijanta SE, anggota DPRD Kotamobagu. (f-manadoline)

KOTAMOBAGU – Pasca pelantikan pejabat Eselon II Pemkot Kotamobagu pada Senin (9/3), nada minor terus berhembus dari elemen masyarakat. Selain status Rio A. Lombone SSTP MH yang telah dilantik sebagai Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Asset Daerah (PPKAD). Padahal yang bersangkutan pada bulan Februari 2013 telah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi penjualan asset pembangunan Mesjid Raya Baitul Makmur (MRBM) Kotamobagu berupa besi tua oleh penyidik Kejari Kotamobagu selaku PPTK (Pejabat Penanggungjawab Teknis Kegiatan) proyek tersebut. Tapi kemudian oleh Kajari Kotamobagu Fien Ering SH MH mengatakan bahwa kasus Rio Lombone telah dihentikan karena tak cukup bukti. Di lain pihak anggota Komisi I DPRD Kota Kotamobagu, Hi Agus Suprijanta SE, menilai terdapat kejanggalan hasil rolling jabatan Eselon II oleh panitia seleksi (pansel) lelang jabatan Pemkot Kotamobagu. “Inka Roby Simbar, yang dilantik menjadi Kadis Pekerjaaan Umum nilainya paling buncit di tiga besar. Kenapa bisa lolos? Apa parameter kelulusannya sehingga bisa mengalahkan peserta lain,” tegas Suprijanta usai pelantikan di aula pemkot, Senin (9/3). Masih menurut Ketua Hanura Kotamobagu itu, kejanggalan lain terlihat ada peserta yang mendaftar sebagai staf ahli ekonomi, tapi saat pengumuman pansel beralih ke staf ahli pembangunan. “Kalau penunjukkan pejabat eselon II adalah hak prerogatif walikota, kenapa tidak ditunjuk saja. Untuk apa buang-buang anggaran untuk lelang jabatan,” semprot Suprijanta, siang kemarin. Untuk itu dalam waktu dekat pihaknya (dewan) akan memanggil Badan Kepegawaian Daerah dan pansel untuk mempertanyakan cara penilaian mereka. (mara)

IKLAN
loading...