Dendam Karena Tak Boleh Ambil Sertu, Warga Santiago Tewas Ditikam

Korban HM (49), warga Kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Tahuna- Warga Kelurahan Santi Santiago Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe, Rabu (11/3) sekitar pukul 07.00 Wita, dihebohkan dengan adanya mayat seorang laki-laki yang tewas bersimbah darah, dengan luka tikaman di beberapa bagian tubuhnya di Pantai Mala. Ternyata setelah di cek, diketahui korban merupakan warga Kelurahan Santiago yang biasa mengambil sertu disekitaran Pantai. 

Mengetahui hal tersebut warga langsung melaporkan kejadian itu ke pihak kepolisian. Tak lama, pihak Polres Sangihe, dibawah pimpinan Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK tiba dilokasi kejadian, dan langsung melakukan olah TKP, serta selanjutnya mengejar tersangka. Hanya butuh waktu satu jam, tersangka dapat ditangkap pihak kepolisian dirumahnya. 

Kronologi kejadian menurut keterangan tersangka AS alias Salim 38 tahun, yang juga merupakan warga Kelurahan Santiago. Dirinya pagi itu sedang berada di pantai, dan tak lama ada korban HM 49 tahun datang. 

“Dia usir saya dari pantai. Karena saya juga sudah lama menaruh sakit hati ke dia, selalu larang saya ambil batu (Sertu) di pantai itu. Saya langsung tikam dia dengan pisau, beberapa kali,” katanya. 

AS alias Alim (38) tersangka kasus penikaman berujung kematian di Pantai Mala Kelurahan Santiago Kecamatan Tahuna Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menurut Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK, pihak kepolisian awalnya hanya menerima laporan dari masyarakat terkait adanya penemuan mayat di Pantai Mala. 

“Kejadianya pagi sekitar  pukul 07.00 Wita, kita menerima laporan dari masyarakat terkait adanya penemuan mayat seorang lelaki inisial HM, atas dasar itu kita langsung datang ke TKP. Saya pimpin langsung tadi ke TKP, dan langsung kita adakan olah TKP. Alhamdulillah atas kerjasama dengan masyarakat kita dapat amankan. Tersangka atas nama AS, telah kita tahan di Polres Sangihe,” ujar Kapolres. 

Disinggung pasal apa yang akan dijerat ke tersangka, Kapolres menyatakan pasal yang sementara dikenakan ke tersangka yakni Pasal 338. 

Kapolres Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo SIK

“Pasal yang sementara ini kita gunakan yakni Pasal 338, karena dengan sengaja menghilang nyawa orang lain. Dan nanti akan kita kembangkan ke Pasal 340, yakni pembunuhan berencana. Karena adanya perencanaan sebelum melakukan pembunuhan, dia mengambil pisau,” jelas Kapolres. 

Lanjutnya menambahkan, modus tersangka sehingga tega menghabisi nyawa korban, lantaran sakit hati atau dendam karena ditolak bekerja di lahan yang diakui korban sebagai miliknya. 

“Jadi modusnya atas dasar dendam, karena lahan yang diklaim milik korban itu dikerjakan oleh tersangka. Dan korban juga tidak terima kalau lahannya itu dikerjakan oleh tersangka. Sehingga tersangka tersinggung, kembali ke rumah mengambil pisau. Dan menikam korban sampai meninggal dunia,” pungkasnya. (zul) 

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020