IKLAN

Deputi Bidang Mateorologi BMKG tanggapi Beredarnya pesan “Baskom Air yang Dicampur Garam”


JAKARTA – Beberapa minggu ini Masyarakat dihebohkan dengan pesan singkat yang berbunyi “Tolong bantu saudara kita di Jambi, Riau dan daerah Sumatera lainnya. Disana hanya tersisa 5% udara yang layak.
Hanya dengan LANGKAH KECIL.

Sediakan baskom air yang dicampur garam dan dilet

BMKG

BMKG

akkan diluar, biarkan menguap, jam penguapan air yang baik adalah sekitar pukul 11.00 s.d jam 13.00, dengan makin banyak uap air di udara semakin mempercepat Kondensasi menjadi butir air pada suhu yang makin dingin di udara.

Dengan cara sederhana ini diharapkan hujan makin cepat turun, semakin banyak warga yang melakukan ini di masing-masing rumah, ratusan ribu rumah maka akan menciptakan jutaan kubik uap air di Udara.

Lakukan ini satu rumah cukup 1 ember air garam, bsok tgl 12 Oktober 2015, jam 10 pagi serempak.
Mari kita sama2 berusaha utk mnghadapi kabut asap yg kian parah ini..
Pesan ini adalah saran dari BMKG Indonesia.
Mohon diteruskan

Kita selamatkan nasib anak2,balita,ibu hamil yang sudah mulai terkontaminasi oleh kabut asap yang tebal
Terima kasih – mohon teruskan ke semua teman dan kerabat “. Menanggapi pesan tersebut BMKG Melalui Deputi Bidang Materologi Dr. Yunus S. Swarinoto yang dilansir disitus resmi www.bmkg.go.id menyatakan bahwa pihak BMKG tidak pernah mengeluarkan himbauan ke masyatakat mengenai pesan tersebut.

“Himbauan pesan tersebut tidak dapat dibuktikan secara ilmiah. Hujan yang terjadi di bumi sebagian besar dari kondensasi uap air dari hasil penguapan di lautan walaupun menggunakan jumlah air yang banyak dibaskom itu tidak akan memadai”. (ekaputra/bmkg.go.id)

IKLAN
loading...