IKLAN

Mahasiswa Hukum Unsrat Dianiaya Oknum Polisi, Kawilarang Mengadu ke Deprov


Bukti penganiayaan yang dibawa ke Komisi Satu

Bukti penganiayaan yang dibawa ke Komisi Satu

MANADO-Korban penganiayaan seorang mahasiswa Fakultas Hukum Semester V Universitas Sam Ratulangi Erik Mengko (22) warga Tikala. Yang diduga dilakukan oknum polisi VK alias Val Minggu (13/9) 01.30 Wita berbuntut panjang.

Pasalnya Val anggota Polsek Wanea melakukan penganiayaan kepada korban hinggga menyebabkan seluruh tubuh korban mengalami memar dan lebam. Bahkan nyaris membuat mahasiswa Hukum ini tewas.

Orang Tua korban saat mengadu ke DPRD Sulut

Orang Tua korban saat mengadu ke DPRD Sulutb

Tidak menerima perlakuan oknum Polisi ini,  orang tua Korban Deti Kawilarang ditemani Paman Korban Wuayan Kawilarang mengadukan masalah ini ke DPRD Sulut.

Dihadapan para wartawan, Wuayan mengakui mereka tidak menerima perbuatan VK alias Val kepada korban. ” bole jo torang pe anak lao salah atau preman. Ini doh ada sekolah kong dorang aniaya bagini,” tukas Pamannya dengan nada tinggi.

Wuayan pun mengakui sebelum mendatangi DPRD Sulut, keduanya sudah melaporkan kasus ini ke Polda tepatnya di Propam.

“Bagaimana mungkin di wilayah ini ada perlakuan keji seperti yang dilakukan oknum polisi, mengeluarkan kata-kata kotor dengan makian, mungkin mabuk hingga lakukan penganiyaan sampai babak belur,” ujar Wuayan.

Saat melapor ke Komisi Satu, Wuayan bersama Deti Kawilarang membawa foto kondisi korban yang dianiaya.

Wuayan pun menuturkan jika kasus ini telah ia laporkan ke Kapolda Sulut hingga Kapolri. Dan berharap agar dalam penanganan kasus ini tidak pandang bulu agar memproses kasus yang terjadi kepada kemenakannya.

Pasalnya, oknum polisi yang melakukan penganiayaan berlatar belakang dari keluarga polisi.

Kronologis kasus penganiayaan ini diceritakan Wuayan terjadi pada hari Minggu (13/9) sekira pukul 01.30 dini hari hingga 04.00 subuh.

Awalnya, Erik baru  pulang bersama dengan kawannya usai bermalam minggu melewati portal di kawasan mega mas.

Bertepatam saat itu ada sekelompok anak muda yang sedang latihan free style (gaya bebas) motor. Saat menonton tiba-tiba datang oknum polisi berpakaian sipil menabrak portal yang berada ditengah jalan.

“Orang-orang bertanya-tanya kenapa portal ditabraknya, malah oknum polisi memaki-maki, korban yang hendak bermaksud menenangkan malah diamankan ke polsek kemudian dianiaya,” jelas Kawilarang.

Namun sangat disayangkan ketika mendatangi Komisi Satu tidak ada satupun anggota yang menerimanya. ” Nanti torang bale ulang jo,” singkat keduanya. (mom)

IKLAN
loading...