IKLAN

Diduga Gelapkan Gaji 32 PNS, Oknum Bendahara Gaji BKKBD Pemkab Bolmong jadi Tersangka


 

Mapolres Bolmong. (f-yoan/manadoline)

Mapolres Bolmong. (f-yoan/manadoline)

BOLMONG – Setelah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan bukti kuat, kasus dugaan penggelapan gaji dan tambahan penghasilan pegawai (TPP) bulan Mei 2015 di Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Daerah (BKKBD) Pemkab Bolmong, penyidik Polsek Urban Lolak, menetapkan SWP sebagai tersangka. “Oknum bendahara gaji (SWP) di BKKBD telah kami tetapkan sebagai tersangka,” ujar Kapolsek AKP Pradipta Pratama, Rabu (29/7).

Selain itu tambah Kapolsek pihaknya masih terus mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. “Setelah memeriksa sejumlah saksi, kami masih akan memanggil lagi sejumlah PNS untuk dimintai keterangan sebagai saksi,” sebut Pradipta yang sebelumnya Kasat Narkoba Polres Bolmong tersebut.

Sementara itu Kepala BKKBD Teguh Haryanto, mengakui jika saat ini sebanyak 32 PNS belum menerima gaji dan TPP bulan Mei. Dia menjelaskan, belum dibayarkannya gaji puluhan abdi negara karena kesalahan oknum yang ditugaskan menyalurkan gaji dan TPP sebesar Rp 90 juta. Dia menjelaskan bahwa saat menerima laporan bahwa gaji dan TPP Mei belum disalurkan, ia langsung memimpin rapat dengan PNS guna mencari langkah penyelesaian.

Dirinya juga sudah minta klarifikasi oknum yang bersangkutan untuk secepatnya menyelesaikan persoalan ini. “Oknum tersebut sudah membuat surat pernyataan untuk menyelesaikan pembayaran gaji kepada para puluhan PNS tadi,” pungkasnya. (yoan)

IKLAN
loading...