Digagas Mor, Manado akan Miliki Peta Citra Satelit Penginderaan Jauh dari LAPAN, Ini Fungsinya

Wawali Manado, Mor Bastiaan saat mendengarkan penjelasan Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Orbita Roswintiarti,
Wawali Manado, Mor Bastiaan saat mendengarkan penjelasan Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Orbita Roswintiarti,
Wawali Manado, Mor Bastiaan saat mendengarkan penjelasan Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Orbita Roswintiarti,

JAKARTA – Terobosan demi terobosan untuk mewujudkan Manado Smart City terus dilakukan Wali Kota, GS Vicky Lumentut dan Wawali Manado, Mor Bastiaan (GSVL-MOR).

Sukses dengan kehadiran Command Center, pusat ruang monitoring seluruh aktivitas Kota Manado dan kinerja ASN dalam pelayanan masyarakat yang transparan dengan kecanggihan fasilitas IT.

Kini ibukota Provinsi Sulut dalam waktu dekat akan segera Peta Citra Satelit Penginderaan Jauh. Ini terungkap setelah Wawali Mor, mengunjungi Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) di Jakarta.

Dalam kunjungan itu, orang nomor dua di Kota Manado didampingi Kabid Aplikasi dan Informatik Diskominfo Manado, Heintje Lombone, Kasie Perencanaan Tata Ruang Dinas PU & PR, Meyliana Rompas, Kasie Pengawaan dan Pengendalian Ruang Dinas PU & PR, Maxi Solang dan tenaga IT Pemkot Manado, Bobby Najoan.

Wawali Mor Bastiaan didampingi Kabid Aplikasi dan Informatik Diskominfo Manado, Heintje Lombone bersama Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Orbita Roswintiarti dan Kepala Pustekdata, Dedi Irawadi
Wawali Mor Bastiaan didampingi Kabid Aplikasi dan Informatik Diskominfo Manado, Heintje Lombone bersama Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Orbita Roswintiarti dan Kepala Pustekdata, Dedi Irawadi

Dalam pengelolaan system ini, Deputi Bidang Penginderaan Jauh, Orbita Roswintiarti, berharap Pemkot Manado memiliki Pusat Teknologi dan Data Penginderaan Jauh (Pustekda) wajib menyiapkan data penginderaan jauh kepada Daerah yang akan diberikan pihaknya.

“Pustekda memiliki data static yang diupdate setiap tahun misalkan data mozaik (data bebas awan), data yang resolusi menengah dan resolusi tinggi,” jelas Roswintiarti didampingi Kepala Pusat Teknologi dan Data, Dedi Irawadi dan Kkpala Bidang Desiminasi Pustekdata, Rubini Jusuf saat menerima kunjungan rombongan Wawali Mor.

Ada juga data dinamis bisa diupdate setiap hari misalkan data zona potensi penangkapan ikan (nelayan sudah tidak tidak mencari ikan lagi tetapi nelayan akan menangkap ikan berdasarkan zonasi yang di tangkap melalui citra satelit.

“Kita menyiapkan sistem yang bisa merewarning hujan yang turun setiap 10 menit yang bisa diakses ke android dengan hanya menggunakan data hospot dari LAPAN,” ungkapnya. (antoreppy)

 

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020