IKLAN

Diskusi Interaktif BNNP Sulut Terkait Pola Hidup Sehat Bagi Kelompok Marginal


image

Anak-anak Panti Asuhan Darius Saadah foto bersama BNNP Sulut

MANADO – Genderang pencegahan terhadap dampak narkoba terus dikumandangkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulut. Kali ini dibidik kaum marginal melalui diskusi interaktif Pola Hidup Sehat lewat kegiatan Pencegahan, Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), bertempat   di Panti Asuhan Darius Saadah.

Menurut BNNP Sulut, standar penanganan narkoba bagi kelompok marginal merupakan salah satu masalah kecil bagi bangsa Indonesia yang perlu mendapat perhatian dan diatasi pemerintah, dimana pengatasannya pun akan berdampak kepada pengurangan angka resiko penyalahgunaan narkoba dan resiko terkenanya penyakit AIDS.

Dalam menangani permasalahan dari kelompok marginal ini belum berjalan secara maksimal, dan angkanya pun masih terlalu minim. Jadi secara langsung maupun tidak langsung, realitas ini sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan mental generasi anak bangsa Indonesia dengan membentuk sikap generasi bangsa yang rentan akan sebuah perilaku penyalahgunaan narkoba di kalangan masyarakat luas, tidak terkecuali bagi kelompok marginal.

“Kehidupan anak-anak kelompok marginal sebagai pengamen, pengemis, dan lain-lain yang tidak mendapatkan perhatian dan arahan serius akan memungkinkan mereka terlibat dalam penyalahgunaan narkoba, bahkan menjadi target pasar bagi para pengedar narkoba yang akhirnya menjadi pecandu hingga ketagihan”, ujar Antar sembari menegaskan, salah satu tujuan dari UU No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika adalah mencegah, melindungi dan menyelamatkan bangsa Indonesia dari penyalahgunaan narkoba tidak terkecuali bagi kelompok marginal, karena itulah BNN terus melakukan upaya pencegahan bagi kelompok marginal agar angka jumlah penyalah guna narkoba dapat turun.

Terlebih lagi, dalam situasi dan perkembangan zaman sekarang dimana jejaring sosial internet yang mudah diakses, anak-anak dari kelompok marginal sering dijadikan sasaran bagi para pengembang jaringan sindikat narkoba melalui internet, sebab saat ini pun pada tahun 2014 beredar 365 jenis narkoba baru (New Psychoactive Substance) di 90 negara yang belum masuk kontrol internasional dan dijual di pasar melalui internet.

Selain itu, Tata Sudrajat M.Si, Senior Manager Program Development and Quality Save The Children menyampaikan, narkoba dan kelompok marginal adalah masalah nyata yang harus didekati dengan perencanaan sosial dan edukasi untuk merubah suatu keadaan yang ada di kelompok marginal. Keterbukaan antara BNN dengan masyarakat khususnya kelompok marginal, dirasa sangat penting agar pemerintah dalam hal ini BNN dapat mengetahui kebutuhan mereka lebih jauh dan tidak terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.

Menutup kegiatan tersebut, Paulina G. Padmo Hoedojo, Konsultan BNN mengajak anak-anak kelompok marginal yang berada di Panti Asuhan, untuk berkomitmen bersama-sama menolak narkoba dengan tegas. “Kami akan terus mengisi waktu luang yang ada dengan kegiatan-kegiatan positif dan terlibat dalam organisasi sosial serta menghasilkan karya seperti yang sudah dilakukan agar kedepannya yayasan kami terus menciptakan karya yang positif di lingkungan masyarakat, sehingga masyarakat dapat melihat bahwa kelompok marginal mampu menjadi agen pencegahan penyalahgunaan narkoba dan turut membantu pemerintah untuk mewujudkan Negara Indonesia bebas narkoba,” tutup Ningrum salah satu anak dari Yayasan Nara Kreatif (GR).

Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Sam G Repy, menjelaskan BNN RI telah menyelenggarakan program “REHABILITASI 100 RIBU PENGGUNA NARKOBA se-INDONESIA”. Program rehabilitasi ini merupakan perintah langsung dari Presiden RI Joko Widodo, yang tidak hanya menjadi tugas dari BNN tetapi juga kementrian terkait. “Program Rehabilitasi tidak hanya pelayanan medis tetapi juga pelayanan psikis (rawat jalan). Dengan pola konseling bagi para pengguna agar mereka bisa pulih. Untuk itu dibutuhkan peran besar dari lingkungan Masyarakat. Ditegaskan juga bagi masyarakat  agar menghubungi kantor BNN, BNNP dan BNNK  serta Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang ada di Sulawesi Utara jika mengetahui ada penyalahguna Narkoba di lingkungan sekitarnya,” pungkasnya. (antoreppy)

IKLAN
loading...