IKLAN

Divonis Kurungan Penjara, Bupati Bolmong Siapkan Pengganti Sekkab Farid Asimin


Terdakwa Sekkab Bolmong Farid Asimin Menerima Vonis Majelis Hakim Tipikor Manado Karena Kasus Korupsi. (foto dok)

Terdakwa Sekkab Bolmong Farid Asimin (kiri) Menerima Vonis Majelis Hakim Tipikor Manado Karena Kasus Korupsi. (foto dok)

BOLMONG – Pasca divonis penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Manado, Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Bolmong Drs Farid Asimin MAP, pada Rabu 3 September 2015, terkait kasus korupsi dana Tunjangan Perangkat Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Kabupaten Bolmong, terpidana akan diganti sebagai sekkab.

Antisipasi pun telah dilakukan Bupati Hi Salihi B. Mokodongan. “Tiga nama yang akan dikirim ke Pemprov Sulut,” kata Bupati Salihi usai menghadiri rapat paripurna di kantor DPRD Kamis (3/8).
Pergantian itu akan segera dibahas lewat rapat. “Rapat akan dilakukan secepatnya. Ini dilakukan untuk memaksimalkan pembahasan Rancangan APBD-Perubahan tahun 2015,” tambah bupati.

Bersama sejumlah nama pejabat teras yang ramai dibicarakan untuk menggantikan posisi Asimin yang saat ini berusia 56 tahun. Mereka adalah Ashari Sugeha, M. Yudha Rantung, Ulfa Paputungan, Lutfi Limbanadi, Channy Wayong, Taufik Mokoginta, Djek Damopolii dan Derrek Panambunan.

Kepala Bagian Tata Usaha Pimpinan (Kabag TUP) Ir Teguh Krisjati MAP menambahkan karena kondisi dinilai sebagai ‘force majeure’ atau keadaan memaksa, sehingga untuk proses surat keputusaan (SK) tersebut akan dipercepat pemprov.

Sementara itu putusan atas terdakwa dipimpin majelis hakim Vera Lynda Lihawa SH MH, anggota Vincentius T. Banar SH MH dan Arizon Megajaya SH serta Panitera Pengganti (PP) Maria Pontoh.
Dalam amar putusannya, majelis hakim menyatakan suami dari Kadis Kesehatan Kota Kotamobagu dr Nurjannah ini terbukti melanggar pasal 3 jo pasal 18 ayat (1) huruf b UU No. 31 tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tipikor, jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP, sebagaimana dalam dakwaan kedua subsider. Terdakwa pun oleh majelis hakim dijatuhi vonis 1 tahun pidana penjara dan denda Rp 50 juta subsider 1 bulan kurungan.

“Terdakwa telah terbukti secara bersalah dan menyakinkan melakukan tindak pidana beberapa perbuatan yang dipandang sebagai perbuatan berlanjut, melakukan atau turut melakukan karena jabatan, kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara,” kata ketua majelis hakim.

Putusan tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang sebelumnya menuntut terdakwa dengan pidana penjara 1 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan. Meski begitu, atas putusan majelis hakim, terdakwa yang diketahui merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong ini, didampingi Penasihat Hukum Detty Lerah SH masih belum menyatakan sikapnya dengan pikir-pikir.

Diketahui sebagaimana dalam dakwaan jaksa, terdakwa yang kala itu masih menjabat sebagai Asisten III Pemkab Bolmong, telah melakukan percobaan pembantuan atau permufakatan jahat bersama-sama terkait dana TPAPD Bolmong berbanderol Rp 4,8 miliar.

Dalam kasus ini, tercatat lima orang lainnya telah disidangkan dan telah menjalani hukuman penjara. Mereka adalah Cymmy Chebby Philip Wua, Mursid Potabuga, Suharjo Makalalag, Ikram Lasinggaru serta Ferry L. Sugeha. (yoan)

IKLAN
loading...