IKLAN

Dua Bangunan Ini yang Tersisa dari Eksekusi Kampung Bobo


MANADO – Proses eksekusi Kampung Bobo di Kelurahan Maasing Lingkungan III Kecamatan Tuminting Rabu (6/8) akan selalu dikenang oleh warga kampung yang sudah bertahun-tahun tinggal bermukim sampai beranak cucu di lahan yang diklaim milik Hanny Walla sesuai putusan pengadilan. Perasaan miris bercampur sedih menyaksikan sebuah kendaraan eksavator merobohkan rumah mereka satu per satu.

image

Bangunan Masjid yang luput dari eksekusi warga Kampung Bobo, Maasing. (foto: bondan/manadoline)

Tak ada yang bisa menghentikan proses eksekusi tersebut. Melawan saja atau berontak melarang rumah mereka jangan dibongkar pun tak mampu. Sejumlah aparat ketat berjaga-jaga sampai ratusan rumah warga itu benar-benar rata tanah. Namun ada yang menarik. Sesuai pantauan wartawan manadoline, ada dua bangunan luput dari proses penggusuran itu.

Yaitu sebuah bangunan Masjid dab Taman Pegajian terlihat masih berdiri kokoh di antara ratusan rumah warga yag sudah roboh. Menurut Lurah Maasing, Mohamad Windu, memang sudah ada perjanjian dengan pemilik lahan, Hanny Walla, hanya Masjid dan Taman Pengajian itu yang tidak akan dibongkar. “Jadi kami sudah sepakat, karena kalau bangunan itu dibongkar sama dengan memancing amarah warga, karena itu adalah rumah ibadah, apalagi kampung Bobo mayoritaskan umat muslim,” tegasnya Lurah Windu. (bondan)

IKLAN
loading...