IKLAN

5 Kasus Korupsi di Sulut Resmi Dilapor FBMAK

Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah Proyek Dermaga Marore dan BP2IP Minsel Tembus Mabes Polri-Kejagung


FBMAK saat melapor di Kejagung.

FBMAK saat melapor di Kejagung.

JAKARTA—Sejumlah dugaan kasus korupsi di Sulut dilaporkan ke Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Markas Besar (Mabes) Polri, Kamis (21/5) kemarin. Ada 5 kasus yang dilaporkan Masyarakat Jaring Koruptor Sulut (MJKS) dan Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) Pejuang Sulut, yang menghimpun dalam Forum Bersama Masyarakat Anti Korupsi (FBMAK) Sulut.

Stenly Towoliu (MJKS) dan Tommy Sumelung (LAKI Pejuang Sulut) awalnya melapor ke Gedung Bundar JAM Pidsus Kejagung. Diterima Shelly, staf JAM Pidsus, keduanya melaporkan dugaan korupsi Pembangunan Gedung Balai Pendidikan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Minsel.

Selain itu, FBMAK juga meminta supervisi terhadap 2 kasus dugaan korupsi. Yaitu, renovasi Gedung Kantor Bupati Minsel dan pengadaan lahan BP2IP Minsel. “Kami berharap kasus-kasus dugaan korupsi yang sudah dilaporkan ini dapat ditindaklanjuti pihak Kejagung,” ujar Sumelung yang diiyakan Towoliu. Usai melapor ke Kejagung, keduanya langsung menuju ke Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri untuk melaporkan dugaan korupsi pada proyek pembangunan dermaga di Marore Sangihe. Diterima Yanto, staf Bagian Penerimaan Laporan Bareskrim, keduanya juga meminta agar pihak kepolisian melakukan supervisi terhadap laporan dugaan korupsi pembangunan GOR Kawangkoan. (anto reppy)

IKLAN
loading...