IKLAN

Emon Bilang Suami Ci Nini Tawari Habisi Nyawa Istrinya, Polisi Sita Uang Jutaan Rupiah


image

MANADO – Tersangka EG alias Emon ditangkap Tim Manguni Polda Sulut, Rabu (2/9) di rumahnya di Perum Kombos Permai Kecamatan Singkil sekitar pukul 18.00 Wita. Berarti, hanya 33 jam pasca dirinya membunuh pegusaha kakak beradik, Tansye Liaan alias Ci Nini (51) dan Ko Hengky Rustam (31) pada Selasa (1/9) pukul 21.00 Wita di Toko Borobudur Kelurahan Kampung Islam Lingkungan II Kecamatan Singkil.

Tersangka sempat diinterogasi petugas selama 3 jam. Bahkan dia mencoba melawan petugas hingga kedua kakinya harus diterjang timah panas milik pistol polisi. Akhirnya, Emon pun mengakui perbuatannya. Dirinya langsung dibawa ke RS Bhayangkara Karimbasan untuk mendapat perawatan kemudian digelandang ke Mapolda Sulut lalu diserahkan ke Mapolresta Manado untuk diproses lanjut.

“Emon merupakan orang kepercayaan korban. Dia juga menjaga toko korban yang ada di Kombos Permai. Sudah dua tahun dia bekerja disitu. Motifnya untuk sementara karena sakit hati dimarahi korban sesaat sebeum kejadian. Tapi masih akan didalami lagi apakah benar-benar sakit hati atau ada motif lain, masih akan dikembangkan lagi,” kata Direskrimum Polda Sulut, Kombes Pol Pitra Ratulangi sambil mengakui, petugas juga megamankan babuk uang jutaan rupiahyang diambil tersangka dari laci kasir serta pisau yang digunakan membunuh kedua pegusaha kakak beradik itu.

Ada kicauan megejutkan diungkapkan Emon. Dia mengaku sekitar dua bulan lalu, HM alas Ko Hong yang tak lain suami korban Ci Nini pernah menawari untuk meghabisi nyawa istrinya. “Saat itu saya sedang kerja Ko Hong datang. Katanya nanti dapat bayaran uang untuk menghabisi nyawa Ci Nini, istrinya. Setiap bertemu, itu terus dikatakan Ko Hong tapi saya tidak tanggapi. “Saya menolak karena saya pikir resikonya nanti. Tapi Ko Hong terus menawarkan,” kata Emon.

Nah, hingga Senin (31/8) siang, Emon mengakui ditelepon Ko Hong melalui telepon toko. Dirinya kembali ditawari Ko Hong untuk menghabisi nyawa Ci Nini istrinya, bahkan kalau perlu dengan adik Ci Nini, yakni Ko Hengky. “Ko bilang, ngana ator jo bagaimana depe cara nanti malam,” akuhya. Keesokan harinya, Kota Manado dihebohkan dengan penemuan mayat Ci Nini dan Ko Hengky di dalam Toko Borobudur. (anto)

IKLAN
loading...