IKLAN

FI: Rally Wisata Sulut Hebat Ternyata Belum Hebat..!!!


Ketua PDIP Sulut, Olly Dondokambey didampingi Ketua DPC PDIP Manado, Richard Sualang saat melepas peserta lomba Rally Wisata Sulut Hebat

Ketua PDIP Sulut, Olly Dondokambey didampingi Ketua DPC PDIP Manado, Richard Sualang saat melepas peserta lomba Rally Wisata Sulut Hebat

MANADO – Rally Wisata Sulut Hebat 2015 yang telah selesai Sabtu (28/11) menyisahkan kedongkolan peserta yang ikot lomba. Adalah Flying Indonesian (FI) yang mengajukan protes keras terhadap pihak panitia auto rally tersebut.

Mereka menyorot kualitas kerja dan pengambilan keputusan karena hingga saat ini pengumuman juara untuk kelas tim belum juga diumumkan alias menggantung.

“Dengan begitu lomba Rally Sulut Hebat ini kami cap belum hebat,” semprot Ketua Flying Indonesian Jandry Kandores diamini puluhan anggota klub, Senin (30/11).

Dia mengatakan, FI terpaksa mengajukan protes resmi secara tertulis kepada pihak

Flying Indonesia, salah satu peserta lomba Auto Rally Wisata Sulut Hebat

Flying Indonesia, salah satu peserta lomba Auto Rally Wisata Sulut Hebat

panitia penyelenggara. Sebab kategori kelas tim, ternyata tidak melewati beberapa proses penilaian seperti pencermatan kelengkapan cap pos rute serta penilaian hasil kuisioner yang dijawab oleh peserta kategori tim.

“Panitia bersikeras untuk kelas tim langsung diundi. Persoalannya, kami dari tim Flying Indonesian telah mengikuti lomba tersebut sesuai SPJ atau surat perintah jalan yang disodorkan pelaksana lomba. Semua cap pos kami lengkap, begitu juga kuis yang disodorkan dijawab dengan nyaris sempurna. Boleh diperiksa hasil lomba tim Flying Indonesian dengan dua tim lain yang ikut rally ini,” koar para anggota Flying Indonesian seperti Vivin, Kaykay, Brenda, Mario, Hendra dan Ikel serta Otniel mewakili tim mereka.

Mereka heran sekaligus mempertanyakan, angka hukuman kecil dan angka hukuman besar mendapat fasilitas sama langsung diundi. “Kalau tahu begitu, mending saat start kami pulang rumah saja dan nanti hari finish baru kami keluar rumah menuju tempat finish. Kan akhir-akhirnya ternyata hanya diundi,” sembur mereka dengan nada kecewa.

Menariknya, saat mengajukan protes, klub otomotif senior di Sulut ini malah dicap serakah oleh pelaksana lomba. Alasan yang disampaikan, Flying Indonesian sudah merebut banyak kemenangan untuk kategori perorangan. 10 peringkat yang disediakan, Flying Indonesian berhasil meraih Juara 1,2,4,5,7 dan 8.

Spontan, Sekretaris Flying Indonesian, David Kalalo naik pitam.  “Ini bukan bagi-bagi sembako sob, so dapa kong mo minta ulang. Tapi ini adalah kejuaraan alias lomba. Lomba yang menyerap energi dan waktu bagi peserta. Dua hari kami mengikuti rally ini dari Manado, Bitung, Kema, Tondano, Kakas, Mitra, Boltim, Kota Kotamobagu dan Bolsel kemudian balik lagi ke Manado melewati Amurang, Kawangkoan, Sonder, Tomohon, Woloan, Lemo, Tanawangko. Jadi jangan anggap kami serakah. Kami hanya butuh penilaian yang hebat dari panitia,” tegasnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Jack Mambu tetap bersikukuh ditempuh proses cabut undi untuk menentukan pemenang kategori tim dalam lomba itu. “Tetap cabut undi,” katanya. Hingga berita ini dipublish, belum diperoleh kepastian dari panitia untuk proses selanjutnya, apakah akan tetap diundi atau melewati proses penilaian lomba. (anto/kmt)

IKLAN
loading...