IKLAN

Groundbreaking DAS Tondano, Dirjen SDA: Sulut Termasuk Rawan Bencana


MANADO-Mengurangi resiko besaran banjir dan resiko kerentanan banjir di Manado, Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Olly Dondokambey mengatakan Daerah Aliran Sungai (DAS) Tondano menjadi komponen penting dalam pembangunan wilayah dan strategi pengelolaan Sumber Daya Air (SDA).

SERIUS: Groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai tanda di mulainya pemancangan tiang pancang oleh Gunernur bersama Dirjen Sumber Daya Air Kementerian Perumahan Rakyat (Pera) PU Mujiadi, Walikota Manado Vecky Lumentut dan Kepala Balai Sungai Sulawesi 1 Jidon Watania, Rabu (10/8) (foto:Ist)

SERIUS: Groundbreaking ditandai dengan penekanan tombol sirine sebagai tanda di mulainya pemancangan tiang pancang oleh Gubernur Sulut bersama Dirjen SDA Kementerian Perumahan Rakyat (Pera) PU Mudjiadi, Wali Kota Manado Vecky Lumentut dan Kepala Balai Sungai Sulawesi 1 Jidon Watania, Rabu (10/8) (foto:Ist)

Buktinya, Gubernur resmikan Groundbreaking DAS Tondano. Peresmian pemanjangan awal dimulainya pekerjaan River Improvement of Lower Reaches of Tondano River atau proyek penyelamatan DAS Tondano di jembatan Mahakam Manado, Rabu (10/8) pagi tadi.

“Ini sangat dibutuhkan oleh warga Manado. Dikarenakan warga Manado telah menjadi korban akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada Januari 2014 lalu, dampaknya merusak sarana infrastuktur jalan dan jembatan serta ratusan rumah penduduk,”jelas Olly.

Karena itu, lanjutnya program penyelamatan DAS Tondano dinilai sejalan dengan program operasi daerah selesaikan kemiskinan (ODSK) yang sedang digulirkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut diseluruh Kabupaten/Kota.

Pemprov berkomitmen kuat untuk penanganan masalah sosial bagi warga tinggal di bantaran sungai, dianggap tidak sesuai dengan standart tempat tinggal karena rawan mengalami banjir.

“Komitmen kami bersama Wali Kota Manado selama tiga tahun kedepan akan menata kembali setiap bantaran sungai di Manado, sehingga menjadi lebih baik dari saat ini. Untuk warga yang terkana proyek ini, kiranya mau berkomunikasi baik dengan Pemkot maupun Pemprov, kami terbuka untuk warga,”ungkal Olly.

Dirjen SDA: Dari 22 Daerah, Sulut Termasuk Rawan Bencana…
Sementara itu, Direktorat Jenderal (Dirjen) SDA Mudjiadi mengatakan kegiatan ini telah dilakukan di daerah lain dan sudah terlaksana, terakhir di Sulut. Pemerintah pusat nantinya akan membantu proyek ini hingga tuntas.

Ia juga menyebutkan, di Indonesia ada 22 daerah menjadi rawan bencana, salah satunya Sulut.

Tapi walaupun rawan bencana, warga harus tetap hati-hati. Yang pasti katanya, irigasi sangkup telah selesai di bangun dan siap diresmikan. Begitu pula dengan bendungan Kuwil dan Lolak tahun ini telah siap pembangunannya,”beber Mudjiadi.

Terpisah, Kepala Balai Sungai Sulawesi 1 Jidon Watania mengungkapkan proyek ini terbagi dalam dua segmen yaitu paket 6A dan 6B yang di biayai oleh JICA Loan No JP-551.

Total panjang sungai Tondano 7,2 Km dari jembatan Kairagi sampai jembatan Soekarno.

Untuk 2016 ini akan dibangun 1,7 Km dengan rincian 800 m untuk segmen II paket 6 A dan 900 m segmen III paket 6 B dengan nilai kontrak Rp. 61.260.311.540 M. Sedangkan untuk segmen III paket 6B nilai kontraknya mencapai 75.661.219.429 M, jelas Watania,”kuncinya. (srikandi/Hm).

IKLAN
loading...