IKLAN

GSVL Berharap Dukungan atas Keluhan Masyarakat, Lape Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan


WALI HADIRI RESES LAPE

Wali Kota Vicky Lumentut membawakan sambutan saat Reses Wakil Ketua MPR RI di kepulauan mewakili DKP

MANADO—Sebagai Wali Kota Manado, GS Vicky Lumentut berharap apa yang menjadi keluhan masyarakat kepulauan seperti terungkap dalam Reses EE. Mangindaan di Kepulauan Manado Tua Kecamatan Bunaken Kepulauan, Selasa (26/5), bisa diperjuangkan Lape, sapaan akran ayah dari Wakil Wali Kota Harley Mangindaan di pusat melalui kapasitasnya sebagai Ketua MPR RI.

“Semoga apa yang menjadi harapan dan kerinduan warga yang telah disampaikan ini, boleh terwujud berkat dukungan dan lobi pak Mangindaan ke pihak pemerintah pusat,” ujar GSVL disambut aplaus warga Manado Tua yang hadir.

Lape sendiri ikut mensosialisasikan 4 pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD 45, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. Dijelaskannya, Pancasila adalah dasar negara dan tak bisa dan berada di posisi paling tinggi, tak bisa disamakan dengan UUD NRI, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika, karena merupakan sumber dari segala sumber hukum negara. “Pancasila tak bisa diubah-ubah karena merupakan norma dasar dan fundamental negara, pandangan hidup, dan pemersatu bangsa,” kata Lape.

Mengenai UUD 45, dirinya mengatakan memiliki tiga hal penting, yaitu pembatasan kekuasaan organ-organ negara, mengatur hubungan antara lembaga dan mengatur hubungan kekuasaan antara lembaga-lembaga negara dan warganya. Dia menjelaskan mengenai NKRI, bahwa Indonesia adalah negara kesatuan yang berbentuk republik, dan merupakan negara hukum. “Kedaulatan itu berada di tangan rakyat dan dilaksanakan menurut Undang-Undang Dasar,” katanya.

Lape mengatakan, berdasarkan ketentuan UU RI, tidak ada lagi lembaga tertinggi di negara Indonesia, kecuali kewenangannya, seperti MPR yang punya kewenangan memberhentikan Presiden dan atau Wakil Presiden menurut UUD. Sementara mengenai Bhineka Tunggal Ika, berasal dari tulisan Mpu Tantular dalam pengertian berbeda-beda tapi satu dan memberikan penafsiran karena memiliki makna walaupun berbeda-beda tetap satu. (anto reppy)

IKLAN
loading...