IKLAN

Gugatan AI-JA Pasti Ditolak dan Dinyatakan tidak Dapat Diterima MK, Ini Alasannya


image

Sidang sengketa Pilkada Manado yang digelar MK, Selasa (8/3)

. (Foto: antoreppy/mdoline)

JAKARTA – Hitung-hitungan selisih suara hasil Pilkada Manado susulan 17 Februari lalu yang selama ini diketahui masyarakat Manado ternyata berbeda dengan rumus perhitungan dilakukan Mahkamah Konstitusi (MK).

Berikut ini rumus perhitungan selisih suara yang dipakai MK dalam gugatan Pilkada Manado

a. Ambang batas selisih suara 1,5% X 67.081 = 1006 suara (1,5%)

b. Selisih suara (GSVL) 67.081 – 60.895 (AI)= 6.186 suara

C. Presentase selisih suara GSVL dan AI 6.186 / 67.081 X 100% = 9,22 %

Berdasarkan rumusan itu, tim kuasa hukum pasangan GSVL-MOR sebagai pihak terkait dalam sidang MK masing-masing, Percy Lontoh, SH, Denny Palilingan, SH, Franklin Montolalu, SH dan Stenly Lontoh, SH sangat yakin, gugatan pasangan AI-JA bakal ditolak dan tidak dapat diterima MK.

Karena berdasarkan rumusan diatas selisih suara Pemohon dan Termohon 9,22%. Sehingga selisih suara tersebut melebihi ambang batas 1.006 suara (1,5%) sebagaimana diprasyaratkan oleh pasal 158 UU No. 8 Thn 2015 Junto pasal 6 PMK 1-5 Thn 2015.

“Sehingga terbukti permohonan pemohon tidak mempunyai kedudukan hukum (legal standing) dan oleh karena itu kami kuasa hukum yakin Mahkamah Konstitusi akan menyatankan permohonan pemohon tidak akan diterima,” jelas Percy Lontoh diiyakan tiga rekannya.

Selain itu, ditambahkan Palilingan, perbaikan permohonan pemohon sudah lewat waktu dikarenakan sesuai registrasi ke panitra, perubahan permohonan pemohon masuk pada hari jumat 4 maret jam 10.43 WIB. Seharusnya sesuai pasal 157 ayat 7 UU No. 8 Thn 2015 mensyaratkan perubahan permohonan pemohon selambat-lambatnya 3 X 24 jam disampaikan ke MK, jadi harusnya perubahan permohonan dimasukkan pada rabu 2 Maret jam 16.09 WIB.

“Bahwa pemohon pada saat persidangan pendahuluan 8 Maret 2016, terbukti pemohon telah mengajukan perubahan untuk ketiga kalinya dan telah merubah substansi permohonan. Berdasarkan penjelasan diatas, perbaikan permohonan yg diajukan oleh pemohon adalah permohonan yang baru dan kami kuasa hukum yakin Mahkamah akan menolak permohonan karena diajukan diluar jangka waktu,” kata Palilingan.

Semua permohonan perselisihan hasil suara Pilkada 2015 yang masuk ke MK yang tidak memenuhi syarat sebagaimana diamanatkan oleh pasal 158 UU No. 8 Thn 2015 Junto Pasal 6 PMK 1-5 Thn 2015 pasti di tolak oleh MK.

Selasa, 8 Februari kemarin, MK telah menggelar sidang agenda pemeriksaan pendahuluan atas gugatan AI-JA yang dipimpin majelis hakim Anwar Usman didampingi anggota Aswanto dan Maria Frida Indrati.

Sidang tersebut akan dilanjutkan Senin (14/3) pekan depan dengan materi tanggapan pihak pemohon (KPU Manado) dan mendengarkan keterangan pihak terkait (pasangan GSVL-MOR).

Jawaban pihak terkait yang akan disampaikan tim kuasa hukum GSVL-MOR dalam sidang lanjutkan pekan depan akan dikoordinir langsung James Karinda, SH, mantan Ketua Asosiasi Advokad Kota Manado yang sedang cuti karena lagi disibukkan dengan tugas-tugas sebagai anggota DPRD Sulut. (antoreppy)

IKLAN
loading...