IKLAN

Harga Cengkeh Rp 96 Ribu, Mainset Petani Harus Diubah


PANEN: Petani cengkeh saat membersihkan hasil yang dipetik beberapa waktu lalu, (foto:Kandi/manadoline)

PANEN: Petani cengkeh saat membersihkan hasil yang dipetik beberapa waktu lalu, (foto:Kandi/manadoline)

MANADO—Akhir Juli, harga cengkeh turun sekitar 1,98 persen dari harga Rp 101 ribu ke Rp 99 ribu, membuat komoditas petani cengkeh harus terus menunjukkan kualitas maksimal dengan mainset kreatif.

Dari data Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sulut berdasarkan harga bahan pokok pangan di Manado di Pasar Bersehati dan Pinasungkulan Rabu (5/8), melalui Bina Pasar dan Distribusi.

Kepala Seksi Pembinaan Pasar dan Distribusi Olga Mokoginta mengatakan kepada www.manadoline.com Rabu (5/8) harga terus berubah-ubah.”Hari in (Rabu-red), cengkeh lebih merosot dibanding 31 Juli lalu yakni sekarang Rp 96 ribu,  kemarin cengkeh Rp 99 ribu jadi turun lagi Rp 3 ribu.”terang Mokoginta.

Pola pikir petani harus diubah demi peluang bisnis menguntungkan. Petani cengkeh seharusnya diuntungkan, jadi walau harga terus menurun tetapi sekarang didorong faktor cuaca beberapa bulan terakhir ini yakni musim kemarau.

“Otomatis proses pemeliharaan, pemetikan sampai penjemuran menghasilkan cengkeh berstandar tinggi lebih cepat dibandingkan jika musim penghujan,”tambah Kepala Seksi Kepala Seksi Pengawasan dan Perlindungan Konsumen Disperindag Sulut Arnold Kindangen. (srikandipangemanan)

IKLAN
loading...