IKLAN

Ibunda Tutup Usia, Eta Tuwaidan Tak Kuasa Melihat Kepedulian GSVL


Wali Kota Vicky Lumentut saat melayat di rumah duka ibunda Etha Tuwaidan, almarhum di Desa Treman

Wali Kota Vicky Lumentut saat melayat di rumah duka ibunda Etha Tuwaidan, almarhum Juliana Ruth Tuwaidan-Togas di Desa Treman

AIRMADIDI— Sifat peduli terhadap sesama yang dimiliki sosok GS Vicky Lumentut membuat Fransisca Margaretha Tuwaidan tak kuasa melihat kedatangan seorang Wali Kota Manado itu yang kedua kali ke rumah duka untuk melayat almarhum Juliana Ruth Tuwaidan-Togas (64), ibunda mantan anggota DPRD Minut itu.

Dari mulut Etha, sapaan pengurus Partai Demokrat Sulut itu hanya termaktub ucapan terima kasih mendalam atas kehadiran GSVL, sebutan akrab Lumentut yang telah meluangkan waktu datang melayat ke rumah duka di Desa Treman menghadiri pemakaman.

“Di tengah kesibukannya sebagai Walikota Manado dan ketua partai saya, pak GSVL masih sempat datang di ibadah pemakaman. Padahal tadi malam (Selasa malam, red), pak GSVL juga sudah datang melayat. Terima kasih pak GSVL atas perhatiannya, semoga bapak diberi kesehatan dan kemampuan terus memimpin rakyatnya,” ujar Etha.

Wali Kota GSVL Ajak Keluarga Berduka Menerima Karya Tuhan

Wali Kota Vicky Lumentut ikuti ibadah pemakaman

Wali Kota Vicky Lumentut ikuti ibadah pemakaman

WALI KOTA ManadoGSVL sendiri mengajak keluarga besar Tuwaidan-Togas lebih khusus kepada Etha selaku rekannya juga pengurus DPD Partai Demokrat Sulut, agar bisa menerima karya Tuhan yang nyata dengan sikap iman.

GSVL berharap agar keluarga yang ditinggalkan bisa melanjutkan karya dan cita-cita dari alamarhumah yang dilakukan semasa hidupnya. ”Atas nama pribadi dan Keluarga Lumentut-Runtuwene, saya menyampaikan rasa simpatik dan turut berduka cita yang mendalam, atas dipanggilnya ibunda tercinta rekan saya ibu Etha. Semoga keluarga yang ditinggalkan selalu mendapatkan penguatan dan penghiburan dari Tuhan, karena apa yang Tuhan buat itu adalah baik adanya,” kata GSVL.

Menurut GSVL, kematian adalah bagian dari kehidupan dan merupakan satu misteri, sebagai manusia tidak akan pernah tahu kapan kematian itu datang dan kepada siapa kematian itu hadir.

“Namun kematian itu pasti datang dan tidak ada seorang pun yang bisa menahan dan menolaknya, selain kuasa Tuhan sang pencipta. Yakinlah dengan iman percaya kalau almarhumah telah disiapkan tempat yang senang yakni di Rumah Bapa Surga yang kekal oleh Tuhan,” ungkap suami tercinta Paula Lumentut-Runtuwene ini. (lipsus/antoreppy)

IKLAN
loading...