IKLAN

Ini Dugaan Kuat Si Pembunuh Ko Hengky dan Ci Nini, Pemilik Toko Borobudur


MANADO – Kasus pembunuhan kakak beradik pemilik Toko Borobudur berlokasi di Kelurahan Islam Lingkungan II Kecamatan Tuminting hingga malam ini terus menggegerkan warga maupun tetangga di sekitar lokasi kejadian. Bahkan, tewasnya Ko Hengky Rustam (50-an) saudara peempuannya, Tasye Liani alias Ci Nini (51) spontan menyita keprihatinan masyarakat Kota Manado menyusul kabar berita kematian kedua korban yang diduga dibunuh secara sadis itu begitu cepat beredar di medsos.

image

Belum lagi, sosok misterius siapa pelaku pembunuhan sadis itu hingga saat ini belum diketahui membuat penasaran warga. Polisi sendiri masih terus mengembangkan kasus tersebut. “Sadis depe pembunuh itu. Semoga polisi cepat dapat depe pelaku,” kata sejumlah warga saat melihat lokasi ditemukannya kedua korban di dalam toko Borobudur.

Sementara ramai berkembang informasi di sekitar lokasi kejadian, pelaku pembunuhan itu diduga kuat orang dekat kedua korban. Sebab, menurut warga, kalau kasus perampokan, ada barang yang hilang dalam toko. “Diduga orang yang biasa dengan korban. Mungkin ada masalah diantara dorang,” ujar sejumlah warga menduga-duga.

Pantauan wartawan manadoline hingga dinihari ini di lokasi kejadian, tidak ada aktifitas menonjol di Toko Borobudur, tempat kedua korban ditemukan sudah tak bernyawa, Selasa (1/9)  sektar pukul 10.30 Wita. Sore sebelumnya, petugas Indentifikasi Polresta Manado telah melakukan olah TKP. Sementara terkait dugaan keterlibatan orang dekat korban dalam kasus ini,  Kapolsek Tuminting, AKP John Bawonte mengaku, pihaknya masih terus melakukan penyelidikan. “Kami masih fokus lakukan penyelidikan, termasuk jika ada dugaan-dugaan saat proses penyelidikan. Tunggu saja hasilnya,” kata Bawonte.

Sekadar diketahui, peristiwa pembunuhan Ko Hengky dan Ci Nini ini terungkap setelah Ari Mokoginta, adik ipar korban Ci Nini mendapat laporan dari seorang karyawan toko yang pagi itu penasaran toko belum dibuka meski dirinya sudah ketuk dan gedor. Sang karyawan itupun langsung menelpon suami  Ci Nini, yakni Herry Mokoginta, kakak dari Ari Mokoginta. Karena penasaran pintu toko belum juga dibuka, Herry Mokoginta pun memanjat di sebuah beton dan mendapati sosok Ko Hengky dan istrinya, Ci Nini sudah tak bernyawa dengan kondisi berlumuran darah. Herry Mokoginta pun langsung menghubugi Polsek Tuminting. (bondan)

IKLAN
loading...