IKLAN

Ini Kronoligis Penembakan Kale Pasca Tawuran Kapal Sandar Vs Kuhun Versi Kapolresta Manado


Kapolresta Manado, Kombes Sunarto didampingi Kasat Intel AKP Danni Palit (Kemeja putih) saat menjelaskan kronologis penembakan pasca pertikaian pemuda Lorong Kuhun dan Kapal Sandar

Kapolresta Manado, Kombes Sunarto didampingi Kasat Intel AKP Danni Palit (Kemeja putih) saat menjelaskan kronologis penembakan pasca pertikaian pemuda Lorong Kuhun dan Kapal Sandar

MANADO—Kapolresta Manado, Kombes Pol, Sunarto akhirnya membeberkan kronologis penembakan terhadap Wihel Musasela alias Kale (43) warga Lorong Kuhun Kelurahan Titiwungen Utara Lingkungan V, Rabu (25/2) pukul 06.00 Wita.

Menurut Sunarto, subuh sekitar pukul 03.00 Wita, anggotanya mendengar informasi adanya sekelompok pemuda sedang pesta miras di lokasi pekuburan Lorong Kuhun, Kelurahan Titiwungen Utara Lingkungan V.

Mengingat antara Lorong Kuhun dan pemuda lorong Kapal Sandar, Kelurahan Titiwungen Utara Lingkungan III pernah terlibat pertikaian beberapa waktu lalu, anggota Polresta Manado pun langsung meluncur ke kawasan pekuburan tersebut. “Padalah malam itu anggota saya juga sedang siaga di Bumi Nyiur karena malam itu ada peristiwa perkelahian di situ dengan pemuda asal Pakowa hingga menyebabkan satu warga kena tikam,’’ ujar Sunarto.

Nah, setelah sampai di kawasan pekuburan Lorong Kuhun menurut Sunarto, anggotanya tiba-tiba diserang dengan lemparan batu dan botol. Bahkan ada juga menggunakan panah wayer. “Saya tidak membela anak buah saya yah, tapi ini fakta di lapangan. Anak buah saya yang menembak juga akan diproses,’’ ujar Sunarto, saat pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda lorong Kuhun dan Lorong Kapal Sandar Rabu malam di lantai 4 gedung De Mono, jalan Samrat disaksikan Wali Kota Manado Vicky Lumentut dan Dandim 1309 Manado, Letkol Dino Martino.

Tak mau ada yang jadi korban, Sunarto mengaku ketika diserang itu anak buahnya pun melepaskan tembakan peringatan hingga akhirnya ada korban yang terkena tembak. “Sekali lagi saya tidak membela anak buah saya. Saat ini kami sedang menyelidiki senjata apa yang dipakai menembak anak buah saya dan siapa pemiliknya.” Ujarnya sembari menjelaskan, pihaknya juga telah menyita sejumlah barang bukti berupa anak panah wayer 13 biji, tameng terbuat dari tripleks, senjata angina satu buah dan senjata jenis soft gun.

“Jadi saya minta maaf kepada bapak ibu atas tindakan anak buah saya. Tapi itulah yang terjadi saat peristiwa itu. Anak buah saya tetap saya akan proses sesuai prosedur kami,’’ pungkas Sunarto. (anto reppy)

IKLAN
loading...