IKLAN

Iptu Bryan, Perwira Polisi yang Tewas Baku Tembak di Poso itu Paskibraka Terbaik Manado 2008


image

Almarhum Bryan Tatontos saat masih mengikuti pendidikan Akpol. Foto kanan: Almarhum (paling kanan) menjadi Paskibraka terbaik sebagai pasukan delapan pengibar bendera pagi HUT RI tahun 2008 silam.

MANADO – Kabut duka ikut menyelimuti jajaran Kepolisian Polda Sulut atas tewasnya putra terbaik Nyiur Melambai, Iptu Bryan Theopani Tatontos, S.IK dalam kontak senjata dengan teroris Poso di pegunungan Gayatri, Desa Langka, Kabupaten Poso, Sulteng, Kamis (20/8) tadi pagi.

Iptu Bryan berasal dari keluarga kepolisian. Ayahnya, Kompol Lody Tatontos adalah Kabag Sumda Polres Talaud, Polda Sulut dan ibunya, Kompol Telly Lombontariang keseharian bertugas di Direskrimsus Polda Sulut.

image

Almarhum Iptu Bryan Tatontos semasa hidup saat di medan tugas

Tahun 2010 setelah lulus SMA 9 Bimsus, Manado, almarhum Iptu Bryan mengikuti jejak kedua orang tuanya di kepolisian dengan menjalani pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Jawa Tengah. Tiga tahun kemudian almarhum lulus Akpol kemudian ditempatkan di kesatuan Brimobda Sulteng.
Sebelum menjadi Perwira Polisi, almarhum merupakan anggota Pasukan Paskibraka terbaik Kota Manado tahun 2008. Dia dipercayakan sebagai pasukan delapan pengibar bendera Sang Saka Merah Putih pada HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ketika itu.

Ai Firman Mustika, pelatih Paskibraka almarhum kepada wartawan www.manadoline.com membenarkan kalau Bryan adalah bekas anak didiknya. “Kami kaget mendengar berita almarhum tewas dalam kontak senjata di Poso tadi pagi.  Almarhum adalah anggota Paski terbaik Manado di zamannya yang dipercayakan sebagai pasukan pengibar bendera pagi pada upacara HUT Proklamasi 2008. Kami Purna Paskibraka merasa kehilangan dan turut berduka cita atas berpulangnya adik didik kami,” kata Ai, Purna Paskibraka 2005 ini. (antoreppy)

IKLAN
loading...