Jadi Aset Pariwisata, Perayaan Imlek Bukti Eratnya Toleransi di Kota Manado

Masyarakat Kota Manado dari berbagai latarbelakang agama, suku, budaya dan ras berjubel menyaksikan malam pergantian tahun baru Imlek 2570 di kawasan pecinaan Klenteng Ban Hin Kiong.
Ketua Walubi, Sufandi Siwi sebagai Ketua Panitia Perayaan Imlek saat rapat koordinasi bersama Asisten II Pemkot Manado, Robby Mottoh dan Kadis Pariwisata Manado, Lenda Pelealu.

MANADO – Setiap tahun perayaan pergantian tahun baru Imlek kawasan pecinaan di Kota Manado menjadi langganan diserbu masyarakat. Mulai dari masyarakat pribumi yang berasal dari latar belakang suku, agama, budaya dan ras berbeda sampai wisatawan manca Negara tumpah ruah di pusat lokasi perayaan pergantian malam tahun baru Imlek 2570, depan Klenteng Ban Hin Kiong.

Akan halnya pemandangan tersaji Senin (4/2/2019) malam, jelang pergantian siklus tahunan menurut kepercayaan masyarakat Tionghoa dari shio anjing tanah 2569 menuju shio babi tanah 2570 tahun 2019 saat ini.

Jelang umat Tridharma dari lintas PTITD (Perhimpunan Tempat Ibadah Tridharma) se Kota Manado menggelar sembayang syukur pergantian tahun baru Imlek pukul 23.00 hingga 00.00 Wita, masyarakat sudah tumpah ruah di kawasan pecinaan yang terletak di pusat Kota Manado tersebut.

Pemandangan lampion gantung di sepanjang kawasan pecinaan itu menjadi perhatian tersendiri masyarakat. Yang datang menyaksikan puncak pergantian tahun baru Imlek inipun bukan hanya umat Tridharma namun berasal dari masyarakat pribumi, baik beragama Kristen maupun muslim.

Masyarakat Kota Manado dari berbagai latarbelakang agama, suku, budaya dan ras berjubel menyaksikan malam pergantian tahun baru Imlek 2570 di kawasan pecinaan Klenteng Ban Hin Kiong.

Terlihat umat muslim ikut mengabadikan gambar di beberapa lokasi spot foto yang dianggap menarik. “Ini menunjukan bukti eratnya hidup rukun dan damai di Kota Manado. Seperti disampaikan Wali Kota Pak GS Vicky Lumentut di setiap kesempatan agar masyarakat Manado itu terus menjaga rasa toleransi antara sesama,” kata Kadis Pariwisata Manado, Lenda Pelealu.

Hidup rukun dan damai yang terus terpelihara di Kota Manado yang dibuktikan di setiap hajatan hari besar keagamaan, tidak hanya Imlek namun perayaan keagamaan lainnya menurut Lenda, menjadi modal ‘menjual’ pariwisata Manado.

“Daerah yang nyaman, bersih, itu salah satu tujuan turis untuk berwisata. Nah, di Kota Manado mari dipelihara itu. Kuncinya, torang harus rukun-rukun dan menjaga kebersihan kota. Ini juga selalu dipesan Wali Kota Pak GS Vicky Lumentut dan Wawali Pak Mor Bastiaan,” ujar Lenda.

Apalagi katanya, perayaan Imlek setiap tahun ini sangat disupport Pemkot Manado, bahkah sudah menjadi kalender iven pemerintah. “Perayaan Imlek salah satu asset pariwisata di Kota Manado. Mari torang dukung karena sudah terbukti menjadi daya tarik wisatawan. Dan intinya, lewat hajatan ini membuktikan begitu eratnya hidup rukun dan damai di Kota Manado,” pungkas Lenda. ***

Penulis: antoreppy