IKLAN

Jual Suara Rawan di Pilkada Serentak


ALOT: Suasana diskusi di Bawaslu Sulut, Rabu (18/11)

ALOT: Suasana diskusi di Bawaslu Sulut, Rabu (18/11)

MANADO-Bawaslu diminta tingkatkan pengawasan soal potensi kecurangan dalam Pilkada Serentak pada 9 Desember 2016. Diantaranya adalah politik uang dan jual suara di tingkat PPS dan PPK.

Hal ini menjadi salah satu topik pembicaraan pada Forun Group Discussion (FGD) yang digelar di Bawaslu, Rabu (18/11). Yang menghadirkan nara sumber Muhammad Afifudin selaku Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilu Untuk Rakyat (JPPR), Verry  Junaidi (Direktur Kode Inisiatif), Ardiles Mewoh dari Komisioner KPU Sulut.

Dalam diskusi ini menegaskan bentuk kecurangan di Pilkada potensi kecurangan ditingkat atas kurang bermasalah. Tetapi yang sangat berpotensi adalah ditingkat PPS dan PPK.

“Paling berpotensi adalah jual beli suara. Karena  cukup bermain dengan penulisan angka dibandingkan politik uang,” ungkap Junaidi pada FGD.

Junaidi menjelaskan juga peran media dan masyarakat dibutuhkan untuk meminimalisir kecurangan pilkada. Masyarakat diharapkan melapor jika melihat indikasi kecurangan.

Media dan masyarakat juga harus berperan. Terutama soal netralitas media akan menghentikan niatan kecurangan yang dilakukan penyelenggara pemilu," tutupnya. (mom)

IKLAN
loading...