Kaban Liny Angkat Bicara Soal Revitalisasi Sungai

Manado – Kepala Bapelitbang Kota Manado Liny Tambajong mengatakan, banjir besar pernah terjadi di Kota Manado pada tahun 2014 lalu,karena luapan Sungai Tandano dan Sungai Sario. Dan belum lama ini banjir juga meredam rumah di Bailang. Karena luapan Sungai Bailang yang hulunya di Mapanget. Sedangkan banjir di Mahawu karena luapan air dari anak sungai Buha dan Sumompo, bertemu di Kelurahan Mahawu.

“Kami sementara teliti penyebabnya. Tapi dari kasat mata penyebabnya karena alih fungsi lahan di hulu sungai. Sudah banyak bangunan dan perumahan dibangun,” jelas Kaban Liny.

Sementara itu, untuk Sungai Tondano, banjir tahun ini dampaknya tidak terlalu terasa. Karena sungai sudah lebar 30 meter. Penyebabnya, revitalisasi sungai dari Balai Wilayah Sungai Sulawesi I (BWSSI) sekitar 1,9 kilometer panjang. “Nantinya Sungai Tondano akan direvitalisasi sampai Sungai Kairagi. Begitu juga Sungai Tikala. Tapi bertahap. Setelah pekerjaan revitalisasi di DAS Tondano selesai,” ungkapnya.

Sedangkan Sungai Sario dan Bahu  katanya, belum masuk revitalisasi. Karena anggaran revitalisasi sungai sangat besar. “Kalau direvitalisasi 15 meter, kiri-kanan sungai harus ditertibkan. karena masuk Garis Sipadan Sungai (GSS). Ini butuh anggaran besar dan dukungan masyarakat,” tutupnya. (swb).

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020