IKLAN

SIDANG KASUS PENCURIAN UANG BNI

Kacab BNI Edy Mengaku, Nama Hendra Paling Banyak Terdengar


Ilustrasi

Ilustrasi

MANADO– Jaksa Penuntut Umum (JPU) Baso Barahima SH dan Mudeng SH hadirkan saksi Edy yang adalah pemimpin cabang BNI Sulut, guna untuk memberikan keterangan dalam sidang terkait kasus penggelapan uang milik BNI, yang menyeret terdakwa HY alias Hendra, di Pengadilan Negeri Manado, Senin (13/7) kemarin.

Edy menerangkan, bahwa dalam kasus ini, sebelum masuk persidangan diakui Edy, terdakwa Hendra yang paling banyak namanya sering terdengar. “Setau saya, yang terdengar keras namanya ketika kasus ini diusut, itu adalah Hendra,” terang Edy.

Edy juga mengaku, memang benar dirinya pernah melaporkan kasus ini ke Polda Sulut, namun tidak pernah menyebutkan nama terdakwa Hendra. “Saya hanya melaporkan kehilangan uang yang dialami BNI. Saya melaporkan kasus ini ke Polda Sulut, tapi saya tidak pernah bilang Hendra sebagai tersangkanya, saya hanya melaporkan kehilangan uang milik BNI, itu saja,” jelas Edy.

Diketahui, terdakwa bersama sembilan rekannya, dituding telah menggelapkan barang bukti uang BNI sebesar Rp4.550.000.000, setelah berhasil menangkap JFM alias Jolly (Pelaku pembawa lari uang).

Persitiwa itu terjadi 10 Januari sekitar pukul 22:00 Wita di Perumahan Taman Mapanget Raya Kima Atas dan di halaman Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Polda Sulut. Jolly sempat membawa kabur uang milik BNI sebesar Rp7.728.300.000.

Terdakwa yang tergabung dalam anggota Timsus Polda Sulut, bersama rekan-rekannya melakukan pengejaran dan pada akhirnya berhasil menangkap Jolly bersama barang bukti 5 koper yang berisi uang miliyaran rupiah, kemudian menyerahkan ke Artur Monanutu untuk dibagi-bagi. (alen)

IKLAN
loading...