IKLAN

Kadis Capilduk Tinangon: Ini Program Rutin Pemkot, Bukan Pencitraan!


MANADO — Berbagai cara dilakukan lawan politik untuk menyerang GS Vicky Lumentut sebagai bakal calon incumbant. Ini terungkap ketika digelar kawin massal 49 pasutri (pasangan suami istri) di Kecamatan Bunaken, kemarin. GSVL, sapaan Lumentut saat ini masih menjabat Wali Kota yang diminta menjadi pencatat nikah dituding melakukan pencitraan dalam nikah massal itu.

image

Hans Tinangon

Spontan saja, Kadis Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Hans Tinangon membantah. Menurutnya,  kawin massal ini salah satu program rutin Pemkot untuk warga Manado yang dilakukan melalui Disdukcapil Manado, yakni memfasilitasi pelaksanaan kawin massal bagi masyarakat Manado.

Dijelaskan Tinangon, program nikah massal tersebut, itu bisa dilakukan setiap saat oleh Pemkot Manado melalui Disdukcapil bekerjasama dengan pihak Gereja ataupun Lembaga Organisasi yang mempunyai kepedulian social.

Dalam pelaksanaan kegiatan nikah massal yang dilakukan Lembaga atau Organisasi social, untuk pelaksanaannya, selalu mengundang pemimpin Kota yakni Walikota untuk menjadi pencatat nikah. Kalau saat pelaksanaan kawin massal Walikota tidak sempat hadir, Disdukcapil bisa melaksanakan kegiatan nikah massal tersebut.

“ Jadi pelaksanaan nikah massal adalah program rutin Pemkot Manado, bukan kegiatan dadakan atau sekedar pencitraan. Kegiatan nikah massal ini  atas inisyatif Lembaga Organisasi yang memiliki kepedulian social,bekerjasama dengan pihak Gereja, Pemerintah hanya memfasilitasi pelaksanaan kawin massal untuk warga manado,” jelas Kadiscapil Manado Hans Tinangon, Rabu (5/7) sambil menambahkan, sepanjang Tahun 2015 Pemkot Manado melalui Disdukcapil Manado telah memfasilitasi sebanyak 7 kali pelaksanaan kawin massal bagi warga Manado. (antoreppy)

IKLAN
loading...

 

  • joeidanJoei

    biasanya kalau ada momen2 tertentu kelihatan menjadi bagian dari pencitraan/ itu sudah bukan rahasia lagi?…