IKLAN

Kapolda Sinaga: Tanah 12 Hektar di Kelurahan Maasing, Sah Milik Hanny Wala


Pertemuan antara warga Maasing dengan Hanny Wala, terkait kasus sengketa tanah di Mapolda Sulut.

Pertemuan antara warga Maasing dengan Hanny Wala, terkait kasus sengketa tanah di Mapolda Sulut.

MANADO—Ratusan warga asal Kelurahan Maasing, Rabu (11/3) siang, menduduki kantor Kepolisian Daerah (Polda) Sulut, guna menuntut keadilan tanah seluas 12 hektar yang hingga saat ini menjadi milik pengusaha asal negeri China Hanny Wala.
Ronny Mahmud salah satu dari puluhan pendemo mengatakan, kalau tanah yang saat ini telah ditempati warga, sah milik negara dan bukan milik Hanny Wala. “Kalau mau dibuktikan dengan sertifikat, saya kira warga memiliki sertifikat itu dan sertifikat tanah yang berada di tangan Hany itu adalah palsu dan tidak sah,” tegas Ronny.
Ia juga mengatakan, keabsahan tanah telah diakui Badan Pertanahan Nasional (BPN) kalau tanah itu milik negara, tapi kenapa hingga kini masih dipersoalkan. “Kan BPN sudah mengakui, Hanny Wala saja yang tidak mau menyerahkan tanah itu, bahkan sangat disesali lagi, kenapa pemerintah terkesan diam, ada apa dibalik ini semua,” jelas Ronny.
Sementara Kapolda Sulut Brigjen Jimmy Palmer Sinaga kepada wartawan mengatakan, saudara Hanny patut diberikan perlindungan hukum. Pasalnya, secara hukum Hany Wala memiliki enam sertifikat yang membuktikan tanah itu adalah sah miliknya.”Tanah ini sudah lama diduduki masyarakat yang bukan miliknya. Sengketa tanah ini sudah perna dihering dengan DPRD Kota Manado, namun tak ada titik temu. Akhirnya saudara Hanny membuat surat permohonan, meminta perlindungan hukum,” kata Sinaga.
Ditambahkannya, sertifikat tersebut sudah dipelajari, ternyata tanah itu resmi milik Hanny. Karena itu, Polda mengundang DPRD, Wakil Wali Kota, Lurah, Camat, dan Kejaksaan untuk bicara masalah tersebut. “Hasil diskusi tersebut, sertifikat yang dikeluarkan BPN adalah sah milik saudara Hanny,” terang Sinaga. (alen)

IKLAN
loading...