IKLAN

Kasat Reskrim Polres Bolmong Beberkan Tewasnya Pelaku Pencurian Sapi


 

AKP Wibowo Sitepu SIK, Kasat Reskrim Polres Bolmong. (foto dok)

AKP Wibowo Sitepu SIK, Kasat Reskrim Polres Bolmong. (foto dok)

KOTAMOBAGU – Tewasnya pelaku pencurian sapi HP oleh Tim Buser Polres Bolmong, dijelaskan secara gamblang Kasat Reskrim (Reserse dan Kriminal) Polres Bolmong AKP Anak Agung Gede Wibowo Sitepu SIK.

Menurut AKP Sitepu anak buahnya terpaksa melepaskan tembakan kepada tersangka TP (bukan HP seperti yang diberitakan sebelumnya) saat dilakukan penangkapan pada Senin (6/7) sekitar pukul 08.00 Wita.

Penangkapan itu bermula ketika pihaknya menerima laporan terkait aksi pencurian sapi yang terjadi di Desa Iyok Kecamatan Bolang Itang Barat, Bolmut.

“TKP nya di Desa Lobong. Waktu dilakukan pengejaran para tersangka dicegat oleh anggota. Saat dicegat mereka mencoba melawan terpaksa kita ambil tindakan untuk dilumpuhkan,” jelas Sitepu, kemarin.
Dia menjelaskan sudah empat hari Tim Reskrim melakukan pengejaran ketika menerima informasi pencurian sapi di Bolmut.

Saat dilakukan penangkapan, selama 20 menit petugas mencoba membuka pintu kendaraan yang dibawa ketiga tersangka. Mereka mencoba melawan. Bahkan TP alias Tam alias Aki mencoba melawan dengan senjata tajam kepada petugas.

“Karena mencoba melawan petugas TP terpaksa kami lumpuhkan. Sedangkan dua rekannya kita lumpuhkan juga karena berusaha melarikan diri,” beber Sitepu.

Usai dilumpuhkan tiga tersangka ini langsung diamankan bersama barang bukti hasil pencurian yakni dua potongan daging sapi dari dua jenis sapi yang berbeda, peralatan yang mereka gunakan, dan kendaraan jenis Terios bernomor polisi BD 1694 CL yang dipakai dalam aksi tersebut.

“Semua kita amankan di Polres. Usai diamankan langsung dibawa ke rumah sakit dilakukan perawatan. Tapi kayaknya tersangka TP mengalami pendaharan sehingga tewas,” kata Sitepu menjelaskan.

Hingga kini pihaknya masih melakukan pendalaman terkait ada oknum yang terlibat. Sebab dari hasil pengembangan, gerakan mereka diduga dibiayai oleh oknum tertentu. Baik uang bensin, uang rental kendaraan semua dibiayai. Bahkan dari hasil pengembangan mereka, oknum tersebut berani membayar 1 juta jika berhasil mendapatkan sapi.

TP alias Tam alias Aki ditembak di kedua pahanya. Dari catatan kriminal yang ada, TP merupakan salah seorang gembong curanmor antar kota di Sulut. Warga Desa Bilalang III ini bekerja dengan dua rekannya. Keduanya adalah AP alias Alf alias Tikian gembong curanmor warga Desa Bilalang IV yang dua pekan lalu baru keluar dari Rutan Kotamobagu. Sedangkan tersangka Usen warga Desa Bilalang III salah satu anak buah dari tersangka Mantol yang dihukum 9 tahun penjara. Bahkan Usen ini tidak lain menantu dari korban TP. (yoan)

IKLAN
loading...