IKLAN

Kasus Seorang Gadis Yang Diperkosa 19 Pria Jalan Ditempat, Ibu Korban Minta Keadilan Untuk Anaknya


received_1043892575696690

Ibu korban saat menceritakan kejadian yang dialami oleh anaknya kepada KPPA RI, Ikadin dan Sejumlah wartawan. (Foto eka/ml)

MANADO – Kasus Seorang Gadis berumur (19) warga Kota Manado diperkosa 19 orang pria di Desa Bolangitan Kabupaten Bolmut yang masih mengambang di Polda Sulut. Ibu korban, Rina (41) mengatakan bahwa saat ini anaknya mengalami depresi berat setelah kejadian tersebut. “Tolong anak saya pak, saya tidak tahu kemana lagi mencari keadilan untuk anak saya,” tangis Ibu korban saat diwawancarai Sejumlah wartawan pada sabtu (07/06).

Lebih lanjut Ibu korban menjelaskan kronologis kejadian yang diceritakan anaknya yang terjadi pada akhir januari lalu. Saat itu dua orang teman dari anaknya, menjemput korban tanpa sepengatahuan orang tua pergi ke Desa Bolangitan Kabupaten Bolmut.

Setelah sampai, korban bersama temanya menginap di desa tersebut selama dua hari. Kemudian korban dibawa kedua temannya ke Kota Gorontalo dan dijemput oleh sejumlah pria dan dibawa ke sebuah tempat penginapan dan disekap oleh para pelaku. “Setelah sampai di Kota Gorontalo, anak saya di sekap dan dipaksa menggunakan narkoba jenis sabu,” katanya

Dibawah ancaman korban dan hanya sendirian, ia terpaksa menggunakan barang haram tersebut. “Anak saya juga mendengar bahwa narkoba tersebut diambil di laboratorium disana (Kota Gorontalo). Anak saya juga mengaku para pelaku ini ada oknum anggota Kepolisian,” ujar Ibu korban.

Korban juga sempat berpindah penginapan setelah mendengar akan adanya penggrebekan. “Saat itu, posisi anak saya setiap kali sadar setelah mengkonsumsi narkoba, ia dalam keadaan (maaf) telanjang dan pria yang ada dihadapannya selalu berbeda. Saat sadar itu, anak saya dicekoki lagi narkoba,” katanya.

Korban juga sempat lari dan meminta pertolongan, tapi para pelaku ini mengatakan ia adalah orang yang kurang waras karena saat itu penampilanya sudah sangat memperihatinkan. Setelah sekira lima hari dibawa, korban diantar pulang oleh kedua temannya.

“Sekarang anak saya depresi berat pak. Ia bahkan tidak mengenali saya dan keluarga lagi, ia juga bahkan sempat tidak sadarkan diri selama tiga hari,” ungkapnya

Ibu korban juga menanyakan kemana keadilan. “Kasus ini masih jalan ditempat, saksi juga sudah diperiksa, tapi tidak ada tindak lanjut dari Kepolisian, sementara para pelaku masih berkeliaran diluar sana. Kami meminta keadilan yang seadil-adilnya. Melihat anak saya sudah jadi begini, kami sakit pak, coba anak bapak begini. Sampai saat ini ia masih sakit,” tangis Ibu Korban.

Sementara itu, Pihak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI dan dibantu oleh Ikadin Sulut akan mengawal kasus ini sampai para pelaku dijebloskan ke Penjara. “Ini adalah tanggung jawab kami, karena kasus sudah sangat mencoreng wajah perempuan Indonesia,” kata Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan RI Vennetia R. Danes. (ekaputra)

IKLAN
loading...