IKLAN

Kedua Anggota DPRD Kota Manado Ini, Debat Soal Indomaret


Anggota DPRD Kota Manado, Fanny Mantali dan Sonny Lela.

Anggota DPRD Kota Manado, Fanny Mantali dan Sonny Lela.

MANADO – Bertempat di ruang Komisi D DPRD Kota Manado, Sonny Lela dan Fanny Mantali, terlibat perdebatan yang cukup serius terkait keberadaan indomaret di Manado.

Politisi Gerindra Fanny Mantali, meminta perlu ada pembatasan retail indomaret di Kota Manado. Pembatasan ini, perlu didorong dengan pembuatan Peraturan Daerah (Perda), karena keberadaan indomaret terus tumbuh dan berkembang di Kota Manado dan seakan tidak bisa dikendalikan lagi.

“Perlu ada pembatasan retail indomaret dan alfamart di Manado. Caranya adalah dengan membuat sebuah regulasi aturan berupa Perda. DPRD Perlu mendorong itu, karena kondisi keberadaan indomaret dan alfamart, cukup serius memberi ancaman bagi kelangsungan usaha warung tradisional,” kata Mantali dalam perdebatan tersebut.

Pernyataan Mantali, langsung dibantah politisi Golkar Sonny Lela. Menurutnya, kebijakan pembatasan retail indomaret dan alfamart sama saja menghambat perkembangan investasi di Kota Manado.

“Tidak perlu pembatasan indomaret dan alfamart. Investasi jangan dihambat, kita perlu mendorong agar investasi khususnya pasar modern terus berkembang di Kota Manado,” tegas Lela, sembari menambahkan dirinya mendorong jika perlu dibuka 10 indomaret di wilayah Manado Utara.

Lebih lanjut, Lela menegaskan Manado kehadiran indomaret memberi dampat positif bagi pertumbuhan investasi khususnya penyerapan tenaga kerja, sehingg dengan begini Kota Manado akan memiliki daya saing investasi dengan kota-kota lainnya di Indonesia.

“Jika tidak ingin kalah bersaing dengan indomaret, usaha warung kecil harus mengubah dan mengembangkan usahanya. Caranya adalah manfaatkan kredit-kredit UKM dari pemerintah dan perbankan,” pungkas Lela. (christian)

IKLAN
loading...