IKLAN

Kejanggalan Kasus Net Invest ini, Tim Mabes Polri Diundang


Kantor Net Invest yang diberi tanda polis line. (foto:ist)

Kantor Net Invest yang diberi tanda polis line. (foto:ist)

MANADO – Kasus Net In yang diduga sementara dimainkan Polres Manado, kembali direspon Mabes Polri. Sejumlah kejanggalan penanganan kasus baik pada waktu dua bos Net-In ditangkap hingga perkara siap dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Manado, ternyata penuh dengan kejanggalan atau terkesan inprosedural.
Akhirnya, Kapolri Jendral Polisi Badrodin Haiti langsung menugaskan tim khususnya untuk turun lagi pekan ini. Demikian diungkap sumber resmi Mabes Polri pada Minggu (31/01) via telepon seluler.

“Pekan ini tim khusus Mabes Polri bakal sambangi Sulut terkait dugaan inprosedural penanganan kasus Net In yang dilakukan Polres Manado,” terang sumber, sambil menambahkan point-point kejanggalan pengusutan kasus Net In, yang menjerat dua tersangka, yakni FR alias Focksi dan SR alias Syalomitha, telah dikantongi tim.

Dibeberkan pula, dari proses penangkapan hingga pelimpahan berkas, beberapa point yang diduga kuat inprosedural.

Pertama, polisi masuk ke kantor Net In dengan berpakaian preman tanpa surat tugas dan tidak menunjukan surat maksud dan tujuan kedatangan mereka. Kedua, memerintahkan agar sekring lampu dipadamkan. Ketiga, melakukan pengancaman terhadap salah seorang admin. Keempat, melakukan penggeledahan inprosedural.

Kelima, membawa uang sebagai barang bukti tanpa dihitung terlebih dahulu di hadapan karyawan. Keenam, operasi tangkap tangan diduga kuat sengaja direkayasa. Ketujuh, barang bukti kurang Rp1,7 miliar saat perhitungan dilakukan 1 September 2015.
Kedelapan, dua tersangka dikenakan Undang-Undang Perbankan sementara, saksi ahli diperiksa di tanggal sama di mana keduanya ditetapkan sebagai tersangka. Kesembilan, salah satu kamera cctv serta amplifier cctv di ruangan pemantau sudah tidak ada. Kesepuluh, barang bukti yang diajukan Polres saat melimpahkan kasus ke kejaksaan cacat atau tidak lengkap.

Beberapa karyawan Net In begitu dikonfirmasi soal prosedur penangkapan yang dilakukan Polres Manado, yang saat itu berada di bawah kendali eks Kasat Reskrim Kompol Erson Sinaga membenarkan hal tersebut.

“Kita takage dorang so maso so babamarah deng babafeto malah sampe kita pe doi pribadi dorang ambe kita tanya surat resmi dorang cuma bilang badiang jang ta injang injang. lain hal yang dialami salah satu karyawan juga bernama fero yang saat itu berdiri tepat di pintu masuk,” tutur Lani.

Sementara itu, tersangka Syalomitha sendiri, merasa diri tidak adil dengan perlakuan Polres dalam penanganan kasus ini. “Sekarang kami dituduh melarikan diri ngapain harus melarikan diri dalam kondisi seperti ini, apalagi dituduh akan DPO karena no hp kami tidak aktif itu kan namanya sangat tidak rasional, kan bisa layangkan surat panggilan kepada kami bukan dengan statement seperti itu,” curhatnya.

Terpisah, Kabid Humas AKBP Wilson Damanik, saat dihubungi melalui telepon selulernya untuk dikonfirmasi soal kedatangan tim Mabes Polri pekan ini, enggan memberikan respon.(ekaputra)

IKLAN
loading...