IKLAN

Ketua DPC PDI-P Boltim ‘Digoyang’ Kadernya Sendiri


Medy Lensun, Ketua DPC PDI-P Boltim. (foto dok)

Medy Lensun, Ketua DPC PDI-P Boltim. (foto dok)

BOLTIM – Belum apa-apa kursi Medy Lensun sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Boltim digugat kadernya sendiri yakni pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) di Jakarta, Kamis (12/3). “Kami telah menyampaikan gugatan ke DPP terkait pelanggaran surat keputusan (Skep) DPP Nomor 066 dan Skep Nomor 067 dalam Konfercab Boltim,” ujar Ketua PAC Modayag Barat Afriansyah Emboh, usai melapor ke DPP PDI-P. Menurut Afri, pelanggaran Skep DPP dalam Konfercab PDI-P Boltim yang digelar di Hotel Grand Kawanua Manado pada 5 Maret lalu, antara lain calon ketua duduk sebagai pimpinan sidang, tidak memberikan hak bicara kepada peserta dan diduga memanipulasi hasil penjaringan bakal calon dari tingkat ranting. “Bahkan ketua terpilih tidak memenuhi syarat karena masa keanggotaanya dalam partai,” ujar Afri yang ikut didampingi Ketua Banteng Liar, Wahyu Aer. Wahyu menambahkan, hasil pertemuan dengan DPP PDI-P dimungkinkan DPP akan memberikan sangsi organisasi berupa pembebastugasan hingga pemecatan sebagaimana diatur dalam Skep DPP Nomor 066 Pasal 25 dan 26. “Selain mengintimidasi peserta konfercab, ketua terpilih (Medy Lensun) mengancam melakukan pemecatan kepada ketua PAC dan anggota dewan,” kata mantan ketua PAC PDI-P Modayag Batat ini. Ketua DPC PDI-P Boltim Medy Lensun yang dikonfirmasi mengatakan jika konfercab yang dilakukan sudah berjalan sesuai dengan ketentuan. Di mana konfercab yang pimpin DPD dengan mandat dari DPP (Dewan Pimpinan Pusat). “Tidak benar itu, semuanya sudah jelas. Justru oknum ketua PAC Modayag Barat telah melanggar AD/ART partai, Soal melapor ke DPP ada mekanismenya,” tegas Medy yang juga Wakil Bupati Boltim itu. (mara)

IKLAN
loading...