IKLAN

Pendapatan 17,9 M, Terjadi Mei 2013-21 Agustus 2014

Korupsi PD Pasar Part II, Kejari Bongkar Kerugian Negara 6 M


Irvan Bilaleya

Irvan Bilaleya

MANADO—Kejari Manado terus angkat bendera perang terhadap kasus dugaan korupsi PD Pasar. Setelah resmi menetapkan tersangkan terhadap Dirut JK alias Jemmy, belum lama ini penyidik Kejari ternyata terus mengembangkan kasus tersebut. Alhasil, dugaan korupsi PD Pasar Part II pun terbongkar.

Inin terungkap dalam hasil ekspos penyidik Intelijen Kejari Manado, Jumat (16/1) siang kemarin untuk dilimpahkan ke penyidik Pidsus (Pidana Khusus). “Ini terjadi sejak Mei 2013 sampai 21 Agustus 2014,’’ kata Kasie Intelijen Kejari Irvan Bilaleya.

Mantan Kacabjari Ambon ini menjelaskan, selang waktu itu pos pendapatan yang masuk ke PD Pasar sebesar Rp17,9 miliar. Namun anehnya, PD Pasar ketika itu masih meminjam uang ke pihak ketiga yakni BRI sebesar Rp1,2 miliar dengan alas an membayar gaji dan intensif karyawan. “Padahal uangnya ada. Sebenarnya tidak perlu lagi meminjam ke BRI yang sampai pergantian Dirut PD Pasar masih harus mengembalikan pinjaman itu sebesar Rp75 juta per bulan. Itu salah satu temuan yang kami dapat. Masih ada lainnya,;; kata Bilaleya.

Temuan lainnya dirinci Bilaleya, yakni ada dana perikatan yang tidak jelas sebesar Rp1,1 miliar. Ada catatan dalam pembukuan tapi duitnya tidak ada. “Itu terjadi selama 2013 sebesar Rp300 juta. Agustus 2014 sebesar Rp800 juta. Dana perikatan tidak jelas ini misalnya sewa kios, lapak dan lain-lain,’’ ujarnya.

Kemudian, pasca pergantian Dirut PD Pasar baru, masih ada lagi tunggakan gaji karyawan dan insentif sebesar Rp1,3 miliar. Sisa kerugian lainnya, Rp3 miliar terjadi dalam pembukuan. “Ada pengeluar tapi tidak disertai bukti-bukti pendukung,’’ jelasnya.

Dari hasil penyelidikan tim Intelijen Kejari Manado, indikasi total kerugian Negara di PD Pasar sebesar Rp6,6 miliar dari pendapatan selama Mei 2013 hingga 21 Agustus 2014 sebesar Rp17,9 miliar. “Ini belum diaudit BPK. Jadi bisa saja lebih,’’ tegas Bilaleya seraya menambahkan, harusnya pada 2013, ada PAD yang masuk ke Pemkot Manado. “Kalau dilihat dari pendapatan itu harusnya ada PAD masuk sebesar Rp1 miliar,’’ pungkas Bilaleya. (anto reppy)

IKLAN
loading...