Kunjungi Kota Bitung, MaMa Curhat ke Dubes SHS

(Duta Besar Indonesia untuk Filipina DR. SH Sarundajang saat melakukan kunjungan kerja di Kota Bitung)
(Duta Besar Indonesia untuk Filipina DR. SH Sarundajang saat melakukan kunjungan kerja di Kota Bitung)

 

BITUNG – Wali Kota Bitung Max J Lomban dan Wakil Wali Kota Bitung Maurits Mantiri menerima kunjungan kerja Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Republik Filipina, Republik Palau dan Republik Kep. Marshall yang Mulia Dr. Sinyo Harry Sarundajang, di ruang sidang lantai IV kantor walikota, Kamis (01/02/2018).

Tujuan kedatangan mantan Gubernur Provinsi Sulawesi Utara ini untuk dialog bersama dengan Pemerintah Kota Bitung, tokoh masyarakat, para pengusaha khususnya sektor perikanan dan membahas berbagai hal lainnya seperti masalah perekonomian dan status kependudukan masyarakat Filipin-Sanger.

Dalam kesempatan itu, Lomban mengapresiasi dan sangat berterima kasih atas kunjungan ini, ia juga mengatakan ada beberapa hal yang perlu disampaikan antara lain permasalahan sektor perikanan Kota Bitung yang merupakan salah satu faktor utama penunjang pertumbuhan ekonomi yang sampai saat ini masih terhambat akibat moratorium Kementrian Perikanan RI khususnya Transhipment. “Perlu Yang Mulia Dubes ketahui, dampak dari kebijakan ini terjadinya pengangguran dalam jumlah yang sangat besar pada industri perikanan Kota Bitung baik sektor penangkapan dan pengolahan dimana sampai saat ini pemutusan hubungan kerja di bidang tersebut mencakup 49% dari total jumlah pekerja yang ada,” ujar Lomban.

Hal lainnya adalah permasalahan kapal RoRo (Rol On Rol Off) Bitung-Davao yang dikeluhkan para pengusaha dimana mereka dikenakan dua kali biaya ekspor, misalnya ada permintaan semen yang tinggi dari Filipina, mengakibatkan para pengusaha harus mengirimkan barang tersebut dari Makassar, sementara ketika keluar dari Makassar barang tersebut telah dikenakan biaya ekspor sedangkan barang tersebut harus diturunkan di Bitung dan diekspor kembali ke Davao.

Hal yang perlu mendapat perhatian lainnya adalah usaha Pemerintah untuk masyarakat tanpa dokumen atau yang dikenal dengan Filipin-Sanger agar segera ada jalan keluar untuk menaturalisasi mereka yang sampai saat ini berjumlah kurang lebih 1.500 orang.

Menanggapi hal tersebut, Sarundajang mengatakan untuk menghidupkan ekspor impor antara Indonesia dan Filipina merupakan instruksi khusus Presiden RI Joko Widodo, dan Dubes harus mendukung penuh dan membantu terlaksananya hal ini dengan baik. “Suksesnya suatu diplomasi antar negara kalau investasi ekspor dan importnya berjalan dengan baik,” kata Sarundajang.

Terkait dengan permasalahan yang dialami Pemerintah Kota Bitung, dalam waktu dekat ini dirinya akan segera melakukan pertemuan dengan Presiden juga Menteri Susi, namun sebelumnya bersama tim Kedutaan Besar RI ia akan mempelejari masalah tersebut dan dirumuskan secara bersama-sama sehingga hal ini boleh memberikan hasil yang positif bukan hanya untuk Kota Bitung tapi juga untuk bangsa Indonesia kedepannya.

Turut hadir Sekertaris Daerah Kota Bitung Audy Pangemanan, Ketua TP-PKK Kota Bitung Ny. Khouni Lomban Rawung, Ketua DPRD Kota Bitung Laurendsius Supit, Forkopimda Kota Bitung, Ketua DWP Kota Bitung dr. Riny Pangemanan Tinangon, para pengusaha dan instansi terkait lainnya.(hry)

IKLAN Sukseskan Manado Fiesta 2020