IKLAN

Kursi Dua Politisi PKB-PDIP di DPRD Boltim Terancam


Medy Lensun, Ketua DPC PDI-P Boltim. (foto dok)

Medy Lensun, Ketua DPC PDI-P Boltim. (foto dok)

BOLTIM – Nasib dua politisi DPRD Kabupaten Boltim di ujung tanduk. Adalah Sofyan Alhabsy dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Jemi Elieser Tine PDI-P kini tinggal menunggu surat keputsan (SK) dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) untuk dilakukan pergantian antar waktu (PAW). Tahapan pergantian dua politisi yang terlibat dalam kasus meterai palsu itu, saat ini sudah di meja DPP.

Ketua DPC PDIP Boltim Medy Lensun mengatakan surat pergantian kader mereka di dewan sudah dilanjutkan ke DPP. “Langkah DPC sudah meneruskan surat dari KPU Boltim awal bulan Maret lalu ke DPD dan tembusannya ke DPP,” sebut Medy Selasa (28/4). Namun soal keputusan mem-PAW, Medy menegaskan adalah kewenangan DPD dan DPP. “Untuk PAW keputusannya ada di DPP. Dan kami di DPC hanya menindaklanjutinya,” tambah Medy yang juga Wakil Bupati (Wabup) Boltim itu.

Terpisah Sekretaris DPC PKB Boltim Suharto Olii mengatakan saat ini tinggal menunggu keputusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). “Kami masih menunggu keputusan dari DPW, soal surat sudah kami layangkan dengan tembusan ke DPP. Namun, kami belum tahu pasti soal belum adanya keputusan dari DPW saat ini,” tutur Suharto.

Sementara itu Komisioner KPU Boltim Irwan Tololiu mengatakan jika pihaknya hanya sebatas melayangkan surat pemberitahuan kepada dua pimpinan partai politik (parpol) yang bersangkutan. “Kami tidak bisa lewat pada konteks aturan yang mengikat. Jadi jika partai sudah mengusulkan pasti KPU akan meresponnya segera,” pungkas Irwan. (yoan)

IKLAN
loading...