IKLAN

Kyara Mocodompis Sabet Juara Favorit Lomba Bertutur Tingkat SD se Indonesia


image

Penampilan Kyara Mocodompis pada babak pertama Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se Indonesia di Jakarta

JAKARTA – “Saya percaya inilah hasil terbaik yang bisa saya persembahkan untuk Kota Manado, dan Provinsi Sulawesi Utara,” ungkap Kyara Mocodompis usai menerima penghargaan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI se-Indonesia di Hotel Kartika Chandra, Jakarta, Kamis (29/10) siang tadi.

Siswa SD Kristen Eben Haezer 02 Manado sejak awal memang telah berusaha dan berjuang mengerahkan seluruh kemampuan dan potensi yang dimilikinya. Lewat cerita legenda Taar Era-Tareran, Lipan dan Konipus, yang dibawakan pada Grand Final akhirnya mengantar putri Kabag Humas Pemkot Manado, Franky Mocodompis ini berhasil meraih Juara Favorit dari 12 peserta yang tampil.

“Terima kasih kepada Tuhan yang telah memberikan saya kesempatan untuk berprestasi pada lomba kali ini. Juga saya sampaikan terima kasih kepada Ibu Greiss Tumbel yang mewakili pihak sekolah serta Ibu Deisy Mewengkang yang selama ini membimbing dan melatih saya hingga bisa tampil maksimal,” kata Kyara.

image

Kyara Mocodompis menerima piala Nugra Jasadarma Pustaloka bersama para pemenang favorit

Dia juga secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Walikota Manado, G.S. Vicky Lumentut dan Nci Paula Lumentut Runtuwene serta Kadis Diknas Sulut Pak Gemmy Kawatu dan Kadis Diknas Kota Manado Ibu Corry Tendean. “Terima Kasih semuanya yang telah memberi saya kesempatan dan peluang tampil di Jakarta. Saya yakin di kesempatan mendatang dapat tampil lebih baik dan lebih berprestasi lagi,” ujar putri cantik bernama lengkap Kyara Sint Eirene Mocodompis.

Sebelumnya Kyara lolos putaran pertama menyisihkan 21 pemenang pertama dari 33 provinsi seluruh Indonesia. Wakil Manado yg kemudian menjadi wakil Sulawesi Utara yang didampingi Guru-Pelatih-Pendamping ini selanjutnya menuju 12 besar. Cerita yang dibawakannya di grand final tersebut merupakan sebuah cerita rakyat dari tanah leluhurnya di Minahasa Selatan, Taar Era-Tareran, Lipan dan Konipus.

Sebuah kisah sarat makna tentang Brenti Jo Bagate dan pentingnya membangun Persaudaraan yang rukun. Itu dipersembahkan Kyara dalam nuansa 3 ikrar Sumpah Pemuda di hadapan 5 org Juri dan kawan-kawannya dari seluruh Indonesia dengan nomor tampilan 06. “Berikan kesempatan saya untuk bisa lebih berprestasi lagi demi mengharumkan nama Kota Manado,” tukas Kyara. (antoreppy)

IKLAN
loading...